Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sedikitnya 423 Hektare Sawah Kabupaten Pekalongan Kebanjiran, Sementara Target Produksi Pangan Tetap Harus Dikejar

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 22 Januari 2026 | 06:06 WIB

KETAHANAN PANGAN: Wakil Bupati Pekalongan Sukirman meninjau alsintan bantuan dari pemerintah pusat untuk petani, Rabu (21/1/2026).
KETAHANAN PANGAN: Wakil Bupati Pekalongan Sukirman meninjau alsintan bantuan dari pemerintah pusat untuk petani, Rabu (21/1/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sedikitnya 423 hektare sawah di Kabupaten Pekalongan terendam banjir. Sementara target produksi pangan 2026 harus tetap dikejar.

Namun Pemkab Pekalongan optimistis target itu tercapai, apalagi telah mendapat banyak bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat.

Target produksi pangan Kabupaten Pekalongan 2026 tergolong tinggi. Padi ditargetkan menembus 222.221 ton, jagung 12.600 ton, dan tebu 115.093.

Baca Juga: Kejar Target Produksi Pangan 2026, Pemkab Pekalongan Dibantu Puluhan Unit Alsintan Baru

Ratusan hektare sawah terendam banjir awal tahun ini jadi tantangan tersendiri di tengah upaya menopang target produksi Provinsi Jawa Tengah.

Tahun ini provinsi menargetkan produksi padi sebesar 10,55 juta ton, jagung 3,7 juta ton, dan tebu 4,41 juta ton.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hingga 19 Januari 2026, 423 hektare sawah yang terendam banjir itu tersebar di enam kecamatan.

Baca Juga: Kota Pekalongan Siap All Out Jaga Jateng Tetap Jadi Lumbung Pangan Nasional

Meliputi Kecamatan Bojong seluas 5 hektare, Sragi 27 hektare, Tirto 123 hektare, Siwalan 88 hektare, Wonokerto 128 hektare, serta Wiradesa 52 hektare.

Usia tanam padi di sawah-sawah terendam banjir bervariasi, mulai 7 hari hingga 30 hari, sehingga berpotensi mengganggu masa tanam.

Wakil Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah antisipasi penanganan lanjutan.

Baca Juga: Pemprov Jateng Tanda Tangani Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan 2026

"Jika nantinya terdapat lahan yang masuk kategori puso atau gagal panen, Pemkab Pekalongan akan mengajukan bantuan penggantian benih bagi petani melalui DKPP," ucapnya.

Saat ini, Pemkab Pekalongan melalui DKPP masih terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan penyuluh serta kelompok tani untuk langkah penanganan.

Selain itu, petani juga diminta tetap melaporkan kondisi sawah secara berkala agar Pemkab Pekalongan bisa mengambil langkah penanganan cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga: Ngaji Ekonomi JSN, Perkuat Iman, Mandiri Ekonomi dan Pangan

Pemkab Pekalongan berharap dampak banjir dapat ditekan sehingga produksi pangan tetap terjaga. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ketahanan pangan #kabupaten Pekalongan #banjir #sawah #dkpp #pertanian #pekalongan #sawah terendam banjir