METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan memicu erosi dan longsor gundukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang.
Akibatnya, material sampah plastik meluber ke aliran Sungai Kalikarang serta menutup lahan perkebunan milik warga di Dukuh Empon-empon, Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen.
Kondisi tersebut sudah direspons jajaran Forkopimcam Kajen bersama Dinas Perkim-LH Kabupaten Pekalongan dengan melakukan pengecekan lapangan pada Kamis 22 Januari 2026.
Baca Juga: Dishub Kabupaten Pekalongan Petakan Jalur Rawan Bencana, Arah Dieng Rawan Longsor dan Pohon Tumbang
Tim gabungan menyisir area perkebunan warga dan aliran sungai yang kini dipenuhi tumpukan sampah plastik disertai bau menyengat. Dampak pencemaran tidak hanya dirasakan warga Desa Kalijoyo.
Aliran Sungai Kalikarang yang membawa limbah sampah tersebut melintasi sedikitnya lima desa, yakni Kalijoyo, Sabarwangi, Pekiringan Alit, Wonorejo, hingga Kutorejo, sebelum bermuara di Sungai Jagung, Kecamatan Kesesi.
Kepala Dusun Empon-empon, Suranto, mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 2022 lalu.
Baca Juga: Longsor Hantam Senderan, Rumah Warga Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Rusak
Meski saat itu telah dibangun bronjong sepanjang sekitar 100 meter, struktur penahan tersebut hanya mampu bertahan dua tahun sebelum kembali jebol akibat tingginya volume sampah yang mencapai sekitar 120 ton per hari.
Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro mengonfirmasi, berdasarkan keterangan warga, sekitar 16 petani terdampak kejadian ini.
"Lahan mereka tertutup plastik, air sungai tercemar, dan baunya menyengat sehingga mengganggu aktivitas warga,” katanya mengutip data dari Ketua RT setempat.
Baca Juga: 67 Ribu Hektare Lahan di Batang Kritis, 4 Kecamatan Ini Masuk Zona Merah Longsor
TPA Bojonglarang sendiri memiliki luas sekitar 4,5 hektare dan menampung kiriman sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Atas kejadian ini Forkompimcam Kajen masih terus berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan untuk penanganan.
“Langkah kami saat ini berkoordinasi intensif dengan Dinas Perkim dan koordinator TPA untuk mencari pola pengelolaan sampah yang lebih aman. Kami merekomendasikan mitigasi segera, baik teknis maupun sosial, agar gejolak di masyarakat akibat pencemaran ini bisa diredam,” kata Teguh.
Baca Juga: Sempat Lumpuh Total, Akses Utama Desa Pranten Batang Kembali Dibuka Pasca Dihantam Longsor
Kepolisian memastikan akan terus memantau situasi di lapangan sembari menunggu langkah teknis dari dinas terkait untuk pembersihan lahan pertanian warga yang terdampak. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla