METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Intensitas longsor susulan di Bukit Gunung Beser, Dukuh Mudal, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, masih tinggi.
Sejak longsor awal terjadi Kamis pagi 22 Januari 2026, tercatat sekitar 30 kali longsor susulan hingga Jumat siang 23 Januari 2026.
Longsor terjadi usai hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu sore 21 Januari 2026 hingga Kamis dini hari 22 Januari 2026.
Baca Juga: Longsor Hantam Senderan, Rumah Warga Lebakbarang Kabupaten Pekalongan Rusak
Pada Kamis sekitar pukul 06.45 WIB, material longsor dari puncak Bukit Gunung Beser bergerak ke arah selatan dan menumpuk di lembah di bawahnya.
Hingga Jumat pagi pukul 08.00 WIB, longsor susulan masih terus terjadi dengan frekuensi tinggi.
Bahkan pada Jumat sekitar pukul 10.15 WIB, longsoran kembali melebar ke arah barat dan terjadi dua kali longsor susulan.
Baca Juga: 67 Ribu Hektare Lahan di Batang Kritis, 4 Kecamatan Ini Masuk Zona Merah Longsor
Dampaknya, sekitar pukul 11.15 WIB, material longsor menutup jalan penghubung Dukuh Mudal–Dukuh Dranan. Akses utama warga pun kini terputus total.
Camat Petungkriyono Hadi Surono, Jumat siang, mengatakan penutupan jalan terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor lanjutan yang masih sangat mungkin terjadi.
“Longsor susulan terjadi beberapa kali dalam sehari. Material longsor bahkan sekarang sudah menutup jalan utama Mudal–Dranan, sehingga kami portal dan tutup total demi keselamatan warga,” ujarnya.
Baca Juga: Sempat Lumpuh Total, Akses Utama Desa Pranten Batang Kembali Dibuka Pasca Dihantam Longsor
Menurut Hadi, kondisi bukit di atas jalur tersebut masih labil, sementara hujan di wilayah pegunungan Petungkriyono belum menunjukkan tanda berhenti. Warga pun diimbau tidak melintasi jalur tersebut.
“Risiko longsor susulan masih tinggi. Kami minta warga tidak nekat melintas karena sangat rawan,” tegasnya.
Sementara itu, Danramil Petungkriyono Kapten Suswantoro menyampaikan bahwa aparat TNI bersama babinsa telah melakukan pemantauan intensif di lokasi, koordinasi lintas instansi, serta imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk korban jiwa maupun kerugian material nihil. Namun kami terus memonitor perkembangan longsor karena intensitasnya masih tinggi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, dua kepala keluarga yang berada di zona rawan telah diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.
Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar alat berat tetap disiagakan di wilayah Petungkriyono.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalan Desa Pungangan Doro, Warga-TNI Berjibaku Bersihkan Material Secara Manual
Pembersihan material longsor direncanakan menggunakan alat berat setelah kondisi cuaca memungkinkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman dari potensi longsor susulan. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla