METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sepekan terakhir ini Kabupaten Pekalongan secara beruntun dilanda bencana.
Terbaru, terjadi pada Minggu dini hari 25 Januari 2026. Longsor besar melanda Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang.
Peristiwa terjadi pada pujul 00.30. Longsor berasal dari sebuah tebing lalu menyapu dua jalur vital sekaligus, yakni jalur atas penghubung Desa Depok–Timbangsari dan jalur bawah Depok–Pamutuh.
Baca Juga: PLTU Batang Pasok Logistik ke Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor
Material tanah bercampur batu dan lumpur menutup badan jalan dari atas hingga bawah, menyebabkan akses terputus total.
Tak hanya melumpuhkan akses jalan, longsor juga menghantam tiga kandang sapi milik warga yang berada tepat di jalur longsoran. Ketiga kandang tersebut masing-masing milik Darno, Radib, dan Duryani.
“Tiga kandang sapi hancur dan terbawa longsor sampai ke Sungai Menyep. Total ada lima ekor sapi ikut terseret,” kata Kepala Desa Depok Sucipto.
Baca Juga: Tanah Longsor di Wilayah Desa Pranten, 356 Warga Mengungsi, Dua Rumah Tertimbun
Dari lima ekor sapi tersebut, dua ekor berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Minggu pagi. Sementara tiga ekor lainnya, hingga Minggu siang, masih dinyatakan hilang, diduga tertimbun material longsor yang tebal.
Meski kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material yang dialami warga, khususnya para peternak, diperkirakan cukup besar.
Danramil Lebakbarang Kapten Inf Munajat mengatakan, kondisi jalur poros Desa Depok saat ini tidak bisa dilalui sama sekali. Upaya pembersihan masih terkendala tebalnya material longsor.
“Untuk mempercepat pembersihan dan membuka kembali akses jalan, sangat dibutuhkan bantuan alat berat. Tanpa itu, pembersihan akan memakan waktu lama,” ujarnya.
Hingga Minggu siang, kondisi di lokasi masih tergolong rawan. Cuaca di wilayah Lebakbarang pun masih berpotensi hujan.
Warga yang tinggal di sekitar lereng dan jalur rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan. Sabtu 24 Januari 2026, bencana juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: TPA Bojonglarang Kabupaten Pekalongan Longsor, Sampah Meluber ke Sungai dan Kebun Warga
Di Kecamatan Talun, terjadi longsor di kawasan tepi Sungai Kupang dan berlanjut runtuhnya senderan di dekat jembatan.
Banjir juga masih menggenangi desa-desa di Kecamatan Tirto. Bahkan di wilayah tengah seperti Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni sempat banjir besar pada Jumat (23/1/2026) karena luapan sungai.
Di Kecamatan Kandangserang, tepatnya di Desa Bubak, terjadi tanah gerak hingga merusak sejumlah rumah warga. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla