METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Dua jalur poros desa di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, masih lumpuh usai longsor pada Minggu 25 Januari 2026.
Saat ini baru bisa dilintasi pejalan kaki. Warga dan petugas gabungan secara manual tengah mengupayakan jalur daurat sambil menunggu datangnya alat berat.
Material longsor masih sangat tebal menutup jalur atas Depok–Timbangsari dan jalur bawah Depok–Pamutuh.
Baca Juga: Imbas Longsor Pranten, Pengungsi Capai 689 Orang, Pemkab Batang Kirim Bantuan Bahan Pangan
Akses darurat yang tengah digarap, baru bisa dilalui pejalan kaki. Kendaraan bermotor masih dinilai berbahaya karena kondisi tanah labil dan potensi longsor susulan.
Kepala Desa Depok, Sucipto, Senin 26 Januari 2026, mengatakan upaya pembukaan jalan dilakukan dengan segala keterbatasan. Selain cuaca yang masih sering hujan, di lokasi belum tersedia alat berat.
"Kami gotong royong bersama warga, TNI, Polri, kecamatan, dan Perhutani. Tapi karena hujan dan tanah masih labil, hasilnya baru sebatas jalur pejalan kaki. Untuk motor pun masih sangat berisiko,” ujarnya.
Baca Juga: Longsor Labakbarang Kabupaten Pekalongan, Dua Jalur Poros Desa Lumpuh, Sapi dan Kandang Hanyut
Menurut Sucipto, akses darurat sementara difokuskan di jalur atas menuju Desa Timbangsari. Sementara jalur bawah menuju Desa Pamutuh kondisinya lebih parah karena badan jalan ikut tergerus longsor.
“Kalau tanpa alat berat, pengerjaan akan sangat berat dan memakan waktu lama. Informasi sementara, alat berat masih digunakan di wilayah Petungkriyono. Jadi rencananya kerja bakti masih akan dilanjutkan lagi besok,” imbuhnya.
Anggota TNI Koramil Lebakbarang Serka Mariono mengatakan, belum ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang dapat melintas karena ketebalan material longsor.
Baca Juga: PLTU Batang Pasok Logistik ke Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor
Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi material.
"Sementara ini kami fokus membuat akses darurat agar warga tetap bisa melintas meski dengan berjalan kaki. Rencananya, pengerjaan menggunakan alat berat akan dikerahkan besok pagi, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan tidak terjadi longsor susulan," ujarnya.
Longsor di Lebakbarang dan di Petungkriyono ini membuat akses ke sekolah juga terputus.
Baca Juga: Tanah Longsor di Wilayah Desa Pranten, 356 Warga Mengungsi, Dua Rumah Tertimbun
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan telah menerbitkan surat edaran agar sementara ini untuk wilayah terdampak longsor pembelajaran dilakukan secara daring.
Namun, kata Kabid Dikdas Dindikbud Kabupaten Pekalongan Ipung Sunaryo, daring juga sulit dilakukan.
"Karena (baik di Lebakbarang maupun Petungkriyono) tiang-tiang listrik ikut tersapu longsor. Jadi sinyal sulit dan listrik padam. Jadi sementara solusinya ya pakai sistem penugasan manual," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla