METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kecelakaan kerja menimpa pekerja teknis WiFi di Kabupaten Pekalongan.
Dua orang dilarikan ke rumah sakit setelah tersengat arus listrik tegangan tinggi saat merapikan kabel WiFi yang menjuntai, Minggu malam 25 Januari 2026.
Peristiwa nahas itu terjadi di tepi Jalan Raya Desa Tajur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Hendak Kencing, Buruh Tewas Tersengat Listrik Tiang PJU di Jalur Pantura Kabupaten Pekalongan
Kedua korban masing-masing Muhammad Haryanto, 28, warga Karangdadap, dan Septian Adi Pamulyan, 18, warga Wonokerto.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Haryanto dan Septian bersama dua rekannya berniat membenahi kabel WiFi yang kendor.
Kabel tersebut rencananya digantungkan ke pohon pisang di pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas pengguna jalan.
Baca Juga: Kejar Layangan Putus, Bocah di Kabupaten Pekalongan Tewas Tersengat Listrik
Haryanto kemudian menggunakan sebuah galah atau stek berbahan logam dengan panjang sekitar enam meter untuk mengangkat kabel.
Namun tanpa disadari, ujung galah logam tersebut justru menyentuh kabel jaringan listrik milik PLN yang terbuka.
Seketika, arus listrik menyambar tubuh Haryanto hingga terkapar. Melihat rekannya tersengat, Septian spontan berusaha menolong. Namun nahas, ia justru ikut tersambar aliran listrik kuat dari jaringan tersebut.
Baca Juga: Sempat Terdengar Ledakan, Pekerja Bengkel Tersengat Listrik, Tubuh Gosong dan Nyaris Tewas
"Benar ada kejadian itu. Saat petugas tiba, kedua korban sudah lebih dulu dievakuasi warga ke RSUD Kajen untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menguatkan dugaan adanya unsur kelalaian saat bekerja di dekat jaringan listrik aktif.
Polisi menemukan stek logam sepanjang enam meter yang ujungnya masih menempel pada kabel PLN.
Baca Juga: Lahir dari PLN Pekalongan, Rahmat Taupik Pulang Bawa Misi Tingkatkan Keandalan Listrik Kota Batik
“Kondisi galah tersebut hangus terbakar. Bahkan terdapat sisa kulit korban yang masih menempel. Di sekitar lokasi juga ditemukan bercak darah di titik korban terjatuh,” imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka bakar serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kajen.
Berdasarkan pemeriksaan medis oleh dr. Graciela, Haryanto mengalami luka bakar hingga 76,5 persen, sementara Septian mengalami luka bakar sekitar 31,5 persen. Informasi dari RSUD Kajen, korban saat ini tengah dirawat di ruang ICU. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla