METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Memasuki pekan kedua banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, belum juga surut.
Hingga Senin malam 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.719 orang masih mengungsi. Lamanya surut akibat sungai Sengkarang dan Bremi-Meduri masih limpas secara berulang.
"Data terakhir Senin malam masih ada 1.719 jiwa mengungsi di 18 titik posko," kata Camat Tirto Siswanto, Selasa 27 Januari 2026.
Banjir sedikitnya menggenang di enam desa yakni Pacar, Karangjompo, Tegaldowo, Mulyorejo, Jeruksari, dan Samborejo. "Samborejo juga masih menggenang, tapi tidak ada data pengungsi," ucapnya.
Baca Juga: Tinjau Pengungsian Banjir, Bupati Pekalongan Fadia Dilapori Soal Kebutuhan Pompa Fleksibel
Padahal pada awal banjir Tegaldowo, Mulyorejo, dan Karangjompo, Jeruksari masih relatif aman. Namun makin ke sini, genangan justru paling parah di empat desa ini seiring melimpasnya dua sungai yang mengapit desa-desa tersebut. Paling dalam mencapai dada orang dewasa.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq telah turun langsung meninjau lokasi saat banjir di empat desa tersebut masih tinggi pada Sabtu lalu 24 Januari 2026.
Rombongan bupati menyusuri kawasan permukiman di sisi timur tanggul Sungai Pencongan (Sengkarang).
Baca Juga: Ratusan Hektare Sawah di Kandeman Puso, Petani Menjerit Diserang Burung dan Banjir
Selain memastikan kondisi warga, peninjauan juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengungsi.
Fadia juga memantau kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, terutama rumah pompa di Desa Tegaldowo.
Fadia menyebut seluruh rumah pompa pada prinsipnya berfungsi, termasuk rumah pompa yang baru dibangun tahun lalu.
Namun, tingginya debit air dan meluapnya sungai membuat proses penyedotan air tidak berjalan optimal.
Baca Juga: PAUD di Kota Pekalongan Bangkit Usai Banjir, Belajar Anak Dilakukan secara Bertahap
"Jadi air dipompa ke sungai, tapi sungainya juga sedang tinggi dan limpas. Ini memang PR kami," ucapnya.
Kabar terbaru, Pemerintah Provinsi Jateng sudah mendatangkan satu pompa tambahan dan tiga unit pompa portabel sedang dalam pengiriman.
"Saya sudah perintahkan, apabila kurang pompa portabel nanti kami tambah lagi. Kami berupaya agar banjir ini tidak berlarut-larut," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla