Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tanggapi Keluhan Warga, BPJW dan Polisi Tambal Lubang Jalan di Bojong-Kajen

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 3 Februari 2026 | 20:55 WIB

KOLABORASI: Balai Pengelolaan Jalan bersama kepolisian menambal lubang jalan di Bojong,  ruas Wiradesa-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/2/2026).
KOLABORASI: Balai Pengelolaan Jalan bersama kepolisian menambal lubang jalan di Bojong, ruas Wiradesa-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/2/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Keluhan warga soal jalan berlubang di wilayah Kabupaten Pekalongan akhirnya mendapat lrespons dari otoritas terkait. 

Balai Pengelolaan Jalan Wilayah (BPJW) Tegal bersama Satlantas Polres Pekalongan melakukan penambalan besar-besaran di sejumlah titik rawan kecelakaan, Selasa 3 Februari 2026.

Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026. Sejak pagi, petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas sambil mendampingi tim teknis menutup lubang-lubang aspal di ruas jalan provinsi Bojong-Kajen. 

Baca Juga: Balai Pengelolaan Jalan Target Ruas Wiradesa-Kajen Kabupaten Pekalongan Zero Lubang Sebelum Lebaran

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pekalongan Ipda Hasyim mengatakan, langkah kolaboratif tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima banyak aduan masyarakat.

Keluhan itu datang langsung ke petugas maupun melalui media sosial resmi Polres Pekalongan.

“Kami sudah koordinasi dengan PU Provinsi sejak jauh hari. Ini hari kedua Operasi Keselamatan, dan kami fokus di titik-titik rawan kecelakaan. Penambalan ini sudah berjalan dua hari,” ujarnya.

Baca Juga: Kejar-Kejaran Penambalan Jalan Pantura dengan Munculnya Lubang Batu, Butuh 70 Ton Aspal Setiap Hari

Menurut Hasyim, kerusakan jalan tersebar di beberapa lokasi. Namun, wilayah Bojong menjadi perhatian utama karena tingkat kerusakannya cukup parah dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Titik paling parah ada di Ketitang, Gejlik, dan sekitar Pasar Bojong. Sebagian sudah tertangani kemarin, sisanya sedang dikerjakan hari ini. Kedalaman lubang bervariasi, bahkan ada yang lebih dari 10 sentimeter,” jelasnya.

Satlantas juga mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari di ruas minim penerangan.

Baca Juga: Banjir di Pekalongan Mulai Surut, Jumlah Pengungsi Menurun, Pendampingan Jalan

Pengendara diminta mengutamakan keselamatan dan tidak memacu kendaraan saat melintas di jalan rusak.

Sementara itu, Staf Teknik BPJW Tegal Slamet Priyono menyebut cuaca ekstrem menjadi penyebab utama munculnya banyak lubang baru.

Karena itu, pihaknya memanfaatkan setiap kesempatan cuaca cerah untuk melakukan perbaikan dengan campuran aspal panas (CAP).

Baca Juga: Perjalanan Menjadi Advokat, Dari Sengketa Tanah Keluarga, Andre Temukan Jalan Pengabdian Hukum

“Begitu cuaca terang dan tidak hujan, langsung kami maksimalkan. Prioritas di ruas yang paling banyak dikomplain warga,” katanya.

Setiap hari, BPJW Tegal mengerahkan aspal panas dalam jumlah besar. Untuk ruas Wiradesa–Kajen dialokasikan 10–15 ton, Pemalang–Bantarbolang 10 ton, dan Kajen–Kalibening sekitar 5 ton.

“Ruas Wiradesa–Kajen panjangnya sekitar 14 kilometer yang masih dalam pemeliharaan kontraktor. Sisanya sekitar lima kilometer kami tangani secara spot di titik-titik tertentu,” tambah Slamet.

Baca Juga: Rentetan Kejadian di Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Longsor-Rumah Roboh hingga Jalan Ambles

Perbaikan jalan ini ditargetkan rampung sebelum arus mudik Lebaran.

“Mudah-mudahan sebelum Idul Fitri semua lubang sudah tertutup, sehingga masyarakat bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tambal jalan #lubang jalan #polres pekalongan #kajen #jalan rusak #Bojong #jalan berlubang #Wiradesa - Kajen