Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kurang Beberapa Mata Kuliah, Mahasiswa Al-Azhar Mesir Asal Kabupaten Pekalongan Tewas Tersapu Ombak di Laut Tengah

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:55 WIB

BERDUKA: Abdul Basit, ayah almarhum Muhammad Ashim Alfa Birri, saat menyampaikan kronologinya menerima kabar kematian anaknya kepada polisi.
BERDUKA: Abdul Basit, ayah almarhum Muhammad Ashim Alfa Birri, saat menyampaikan kronologinya menerima kabar kematian anaknya kepada polisi.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Abdul Basit masih mengingat betul pesan itu masuk ke ponselnya. Tak lama berselang ia menerima kabar duka dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir, bahwa sang anak tewas terseret arus di Laut Tengah.

Sebuah pesan bertuliskan "Assalamualaikum" masuk ke ponsel Abdul Basit pada Minggu pagi 1 Februari 2026.

Salam itu datang dari anak tetangganya yang berada di Mesir. Basit tak menangkap dan memahami apa maksudnya.

Basit tak membalas. Ia memilih menelepon si pengirim pesan. Tapi berkali-kali dicoba, teleponnya tak diangkat. Akhirnya Basit berhenti dengan penuh rasa penasaran.

Tak berselang lama, Basit dihubungi rekannya yang bekerja di KBRI Mesir. "Ternyata dia memberi kabar duka itu," katanya.

Muhammad Ashim Alfa Birri, 25, anak ketiga Basit, dikabarkan tewas usai tersapu ombak di Pantai Dimyath (Damietta), Laut Tengah, Mesir, pada Sabtu 31 Januari 2026 waktu setempat.

Baca Juga: Anak 9 Tahun Tewas Tenggelam, Begini Empati Polisi Pekalongan untuk Keluarga

Kali pertama mendengar kabar tersebut, Basit seakan tak percaya. Tapi itu merupakan kabar resmi dari KBRI. Basit pun akhirnya seolah kehilangan tulang, lemas sekujur tubuh.

Ashim adalah anak ketiga dari empat bersaudara, buah hati pasangan Abdul Basit dan Khuzaemah.

Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin jurusan Filsafat Universitas Al-Azhar, semester akhir.

Baca Juga: Bocah 2 Tahun di Kabupaten Pekalongan Tenggelam di Sungai Dekat Rumah

Sejak Januari 2021, Mesir menjadi rumah keduanya. Tinggal beberapa mata kuliah lagi, jika lancar, ia lulus.

Peristiwa nahas itu bermula saat Ashim bersama teman-temannya pergi ke Pantai Dimyath untuk keperluan survei tempat rihlah (wisata pesantren).

Sebelumnya, rombongan mahasiswa itu juga baru saja berziarah ke sejumlah tempat. Penginapan sudah didapat. Sebagian memilih beristirahat. Sebagian lain, termasuk Ashim, berjalan menuju laut.

Baca Juga: Aroma Mistis Kali Kuto, Korban Tenggelam Ditemukan, Urban Legend Menggema

“Dua orang di homestay, tiga orang ke laut, termasuk anak saya," tutur Abdul Basit, mengulang cerita yang ia terima dari teman-teman anaknya.

Dari tiga mahasiswa itu, satu berada di tepi pantai. Dua lainnya berenang agak ke tengah.

Ombak Laut Tengah yang tampak bersahabat ternyata menyimpan bahaya. Dua mahasiswa itu tersapu arus. Salah satunya Ashim.

Baca Juga: Tragis, Bocah Tenggelam di Kali Belo Ditemukan Tak Bernyawa di Muara Kali Kuto

“Yang dua di tengah itu tersapu ombak. Anak saya satu, sama satu lagi anak Bengkulu,” katanya.

Kepanikan terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Teman-teman korban segera melapor. Pencarian pun dilakukan oleh otoritas setempat dengan koordinasi KBRI Kairo.

Dua jam berselang, jasad Ashim ditemukan. Sementara satu mahasiswa lainnya, hingga Rabu 4 Februari 2026 dikabarkan masih dalam proses pencarian.

Baca Juga: Dua Bocah di Kabupaten Pekalongan Tewas Usai Tenggelam di Kubangan Galian Tepi Jalan Tol

“Alhamdulillah anak saya jam 14.00 ketemu,” ujar Basit berusaha tegar.

Basit masih mengingat komunikasi terakhir dengan almarhum. Komunikasi itu terjadi pada Kamis 29 Januari 2026 malam waktu Indonesia.

Dalam percakapan itu Ashim berpamitan akan mengikuti rihlah bersama pondok. Tak ada firasat. Tak ada pesan panjang. Hanya pamit, seperti biasa.

Baca Juga: Berniat Menolong, Bocah 12 Tahun di Batang Malah Ikut Tenggelam

“Anak saya bilang, pamit dulu gitu. Ya, pamit biasa," kata Abdul Basit pelan.

Kini, keluarga tengah menunggu pemulangan jenazah Ashim ke Indonesia. KBRI Kairo membantu penanganan administrasi hingga kepulangan ke Jakarta. Keluarga berharap semua proses berjalan lancar. 

"Nanti untuk penjemputan di bandara, kami akan dibantu dari NU care," ucap Basit.

Baca Juga: Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Satu Tewas, Dua Hilang

Informasi diterima, jenazah Ashim diperkirakan akan sampai di Jakarta pada Jumat (6/2/2026) hari ini.

Langsung akan dibawa ke rumah duka di Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Siang atau sore diperkirakan sampai di rumah duka. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Pekiringan #kabupaten Pekalongan #kairo #mesir #kajen #tewas #laut tengah #tersapu ombak #al azhar