Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Desa Pacar Meninggal di Posko Pengungsian Banjir Dupantex Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:35 WIB

DUKA: Tim SAR dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan saat hendak mengantar jenazah pengungsi ke pihak keluarga, Sabtu (7/2/2026).
DUKA: Tim SAR dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan saat hendak mengantar jenazah pengungsi ke pihak keluarga, Sabtu (7/2/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabar duka datang di tengah kondisi banjir Kabupaten Pekalongan yang belum surut. Seorang pengungsi warga Desa Pacar, Kecamatan Tirto, meninggal di posko pengungsian di pabrik Dupantex.

Korban berinisial A, 78 warga RT 03 RW 02 Desa Pacar. Ia mengembuskan napas terakhir di tengah-tengah para pengungsi lain pada Sabtu 7 Februari 2026 sekitar pukul 14.30.

Ketua RW 02 Desa Pacar, Sonhaji, menuturkan, kondisi kesehatan Alipah memang sudah lemah sejak sebelum mengungsi.

Faktor usia lanjut serta riwayat sakit membuat kondisinya terus menurun. Korban diketahui menderita hipertensi. “Memang sudah lansia dan sering sakit-sakitan," kata Sonhaji.

Sebelum berada di posko pengungsian, korban sempat tinggal di rumah menantunya sekitar sepekan untuk menghindari banjir.

Namun karena merasa tidak betah dan ingin kembali ke rumah sendiri, korban kembali ke Desa Pacar.

Tak lama berselang, banjir kembali datang secara mendadak dan memaksa korban mengungsi bersama warga lainnya.

Selama berada di pengungsian, pelayanan kesehatan bagi para pengungsi disebut berjalan rutin.

Saat kondisi korban memburuk, petugas kesehatan dari Puskesmas Sragi yang berjaga di lokasi turut melakukan pemantauan hingga penanganan terakhir.

“Petugas puskesmas yang bertugas di pengungsian selalu memantau dan melakukan pemeriksaan,” ujar Sonhaji.

Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dimakamkan di TPU Bulu Desa.  Jenazah diantar dengan ambulans operasional Puskesmas Sragi yang saat itu tengah bertugas di posko pengungsian.

Hingga kini banjir di wilayah RW 02 Desa Pacar masih cukup tinggi. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter, sehingga sebagian warga belum dapat kembali ke rumah.

"Iya masih tinggi. Saya juga masih mengungsi. Masih makan dan tidur bersama pengungsi lain," ungkapnya.

Berdasarkan data PMI Kabupaten Pekalongan, hingga Sabtu (7/2/2026) petang, jumlah total pengungsi banjir tercatat mencapai 1.942 jiwa yang tersebar di 25 lokasi pengungsian. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pengungsi meninggal #Dupantex #pacar #Banjir Kabupaten Pekalongan #Sepacar #tirto #pengungsi banjir