METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebanyak 500-an warga dari tiga desa menggeruduk kantor Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Senin 9 Februari 2026.
Mereka merupakan warga yang kampungnya terendam banjir selama tiga pekan terakhir. Demonstrasi mereka lakukan untuk menuntut Pemkab Pekalongan serius dan cepat menangani banjir.
Tiga desa tersebut yakni Desa Karangjompo, Mulyorejo, dan Tegaldowo. Massa berkumpul lalu berjalan kaki (longmarch) menyeberangi jalur pantura menuju kantor Kecamatan Tirto.
Baca Juga: Warga Desa Pacar Meninggal di Posko Pengungsian Banjir Dupantex Kabupaten Pekalongan
Sampai di tujuan, massa langsung mencoba merangsek ke dalam gedung kantor. Namun segera ditenangkan aparat.
Sebagian massa membentangkan spanduk bertuliskan kalimat protes. Antara lain "Nasi Bungkus Bukan Solusi", "Sabar Bukan Solusi" sambil terus menyerukan "kami tidak butuh nasi bungkus, kami butuh banjir surut".
Ketiga desa yang terletak di utara jalur pantura tersebut sudah 25 hari terendam banjir. Warga menilai Pemkab Pekalongan lamban dalam mengatasi banjir sehingga berlarut-larut.
Baca Juga: Wilayah Terendam Banjir, Warga Pekalongan Kini Bisa Ajukan Pompa Mobile
"Kami terus terang kecewa karena lambannya pemerintah dalam penanganan banjir. Kami kecewa dengan Bupati," kata Arif Pribadi, Koordinator Umum Massa.
Di meja audiensi, suasana panas. Massa yang berada di luar terus menyerukan protes-protes saat audiensi berlangsung. Sesekali berhenti ketika perwakilan mereka meminta diam.
Dalam audiensi, perwakilan massa menyampaikan aspirasi sesuai kebutuhan desa masing-masing.
Baca Juga: Banjir Kabupaten Pekalongan, Tirto Belum Surut, Siwalan Kembali Terendam
Antara lain, meminta penambahan rumah pompa, jaminan stok solar untuk operasional pompa, penguatan tanggul, normalisasi drainase, hingga perbaikan jalan rusak.
Audiensi akhirnya menghasilkan tujuh poin tuntutan warga yang akan segera direalisasikan oleh Pemkab Pekalongan.
Tujuh poin itu yakni perbaikan tanggul Sungai Sengkarang dalam pekan ini, penambahan dua pompa portabel di Karangjompo dan Mulyorejo, menjamin ketersediaan solar untuk operasional mesin pompa, pembangunan rumah pompa di Karangjompo melalui pergeseran anggaran tahun 2026, normalisasi drainase Desa Pacar, perbaikan pintu air Mulyorejo, dan perbaikan ruas jalan Karangjompo-Pecakaran sepanjang 300 meter.
Baca Juga: Gelontorkan Rp 37 Miliar, Perkuat Tanggul Bremi–Meduri Cegah Banjir
Asisten II Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi selaku perwakilan Pemkab Pekalongan mengatakan, tujuh poin itu akan menjadi komitmen serius pemerintah.
Sebagian, kata dia, memang sudah akan dilakukan Pemkab Pekalongan. Antara lain perbaikan tanggul Sengkarang yang memang dalam pekan ini Dinas PU Provinsi Jateng akan mengeksekusinya.
"Lalu pompa portabel, ini barangnya sudah ada lewat DTT (Dana Tak Terduga). Kemudian pembangunan rumah pompa, itu memang sudah akan dirapatkan untuk mendahului perubahan anggaran," ucapnya.
Baca Juga: Perpanjang Darurat Banjir, Pemkot Pekalongan Pastikan Logistik Aman
Andi Jaja, perwakilan massa menyampaikan, warga telah menerima kesepakatan audiensi. Namun belum puas sebelum ada realiasasi.
"Jadi kami akan kawal terus kesepakatan tadi sampai realisasi. Kalau tidak, kami akan gelar demo lagi. Bahkan mungkin akan ke Kabupaten, tidur di sana," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla