METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai menggeser fokus penanganan bencana ke sektor fisik infrastruktur.
Setelah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, kini langkah percepatan diarahkan pada penanganan teknis infrastruktur, terutama di wilayah terdampak parah seperti Tirto, Wonokerto, dan Siwalan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menegaskan, selama masa tanggap darurat yang berlaku hingga 23 Februari 2026, pemkab tetap menjamin layanan bagi warga terdampak. Dapur umum dipastikan terus beroperasi.
Baca Juga: Polisi Jalan Kaki Dorong Mobil di Banjir Perbatasan Pemalang
“Untuk pengungsi sudah kami pastikan. Dapur umum dan segala macam kami siapkan sampai 23 Februari sebagai tenggat status tanggap darurat. Kami perintahkan Dinsos untuk tetap membuka dapur umum,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.
Namun, menurut dia, penanganan tidak bisa berhenti pada aspek logistik. Tantangan utama saat ini adalah mengatasi sumber persoalan di lapangan. Karena itu, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah terus diperkuat.
Akbar menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menambah armada pompa air, khususnya di wilayah Wonokerto yang masih tergenang.
Baca Juga: Dulu Langganan Dihajar Banjir dan Rob, Kampung Bugisan Pekalongan Kini Bebas Genangan
“Kami akan datangkan lagi satu pompa, terutama untuk Wonokerto. Ini juga akan kami cek langsung ke sana,” katanya.
Ia menambahkan, pergeseran anggaran akan menjadi instrumen utama untuk mempercepat penanganan fisik.
Jika sebelumnya Belanja Tidak Terduga (BTT) lebih banyak digunakan untuk logistik dan pengadaan pompa portabel, kini kebutuhan infrastruktur permanen mulai disiapkan.
Baca Juga: PWI Kabupaten Pekalongan–Alfamart Bantu Korban Banjir Kecamatan Tirto
“Kalau BTT kemarin lebih banyak untuk logistik dan pompa portabel. Untuk fisik, apakah nanti ada rumah pompa, peninggian tanggul, itu nanti kami ambil dari pergeseran anggaran,” jelasnya.
Beberapa langkah yang tengah dikaji antara lain pembangunan rumah pompa, peninggian tanggul, hingga perbaikan jalan terdampak.
Pemkab, lanjut Akbar, berkomitmen mengalokasikan anggaran yang memadai demi meminimalkan risiko bencana berulang. (nra/ida)