Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BPJS Kesehatan Pekalongan Gandeng BPS dan Dinsos, Perkuat Akurasi Data Kepesertaan

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB

SOSIALISASI: Sosialisasi kepada operator desa dalam kegiatan pemberian informasi status kepesertaan JKN di Aula Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/3/2026).
SOSIALISASI: Sosialisasi kepada operator desa dalam kegiatan pemberian informasi status kepesertaan JKN di Aula Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/3/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Validitas data menjadi kunci kelancaran layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Untuk itu, Cabang Pekalongan menggandeng operator desa se-Kabupaten Pekalongan guna memperkuat pemahaman status kepesertaan JKN.

Kegiatan pemberian informasi status kepesertaan tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Selasa 3 Maret 2026.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan Sri Mugirahayu, Kepala (BPS) Kabupaten Pekalongan Maibu Barwis Sugiharto, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng Operator Desa di Pemalang, Optimalkan Pemberian Informasi Status Kepesertaan JKN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan Sri Mugirahayu menegaskan pentingnya kolaborasi antara operator desa dan masyarakat dalam pengusulan perubahan status kepesertaan JKN.

Menurut dia, setiap usulan harus melalui proses verifikasi dan koordinasi lintas pihak agar tepat sasaran.

“Operator desa memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi. Dengan koordinasi yang baik, proses perubahan status kepesertaan dapat berjalan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Dia berharap, melalui sosialisasi tersebut, para operator desa dapat menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat, khususnya terkait mekanisme pengecekan status kepesertaan.

Dengan demikian, potensi kesalahpahaman di lapangan bisa ditekan.

Baca Juga: BPJS PBI Kembali Aktif, Buruh Tani di Batang Tak Lagi Pusing Biaya Transfusi Anak Pengidap Talasemia

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Maibu Barwis Sugiharto menekankan pentingnya pengkinian data dalam mendukung perlindungan sosial dan layanan kesehatan.

Data yang akurat, kata dia, menjadi dasar penentuan bantuan sosial agar tepat sasaran.

“Koordinasi antar-lembaga mutlak diperlukan untuk memastikan data yang dikumpulkan benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno menambahkan, aktivasi kembali kepesertaan BPJS Kesehatan perlu terus didorong.

Baca Juga: Kisah Warga Batang 11 Tahun Dampingi Anak Thalasemia, Rasakan Manfaat Nyata Program JKN BPJS Kesehatan

Tujuannya, agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa kendala administrasi.

“Masyarakat harus memahami hak dan kewajiban sebagai peserta JKN. Data yang akurat dan kerja sama semua pihak menjadi kunci,” tegasnya.

Perwakilan operator desa juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

Mereka menilai, penjelasan langsung dari instansi terkait membantu memperjelas mekanisme perubahan status kepesertaan yang kerap ditanyakan warga.

Melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah berharap validitas data kepesertaan JKN semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat berjalan optimal. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #operator desa #BPJS Pekalongan #sosialisasi #bpjs kesehatan