Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kabupaten Pelalongan Kembali Ekspor Kopi ke Yunani, Kali Ini 19,8 Ton

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 9 Maret 2026 | 23:55 WIB

DIBERANGKATKAN: Pemberangkatan ekspor kopi dari kantor Dinkop UKM-Naker Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026). Ditandai dengan pecah kendi.
DIBERANGKATKAN: Pemberangkatan ekspor kopi dari kantor Dinkop UKM-Naker Kabupaten Pekalongan, Senin (9/3/2026). Ditandai dengan pecah kendi.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabupaten Pekalongan kembali melepas kopi ke pasar internasional.

Sebanyak 19,8 ton kopi robusta hasil bumi Kota Santri dikirim ke Yunani, Senin 9 Maret 2026. Nilai ekspor kali ini mencapai Rp 1,4 miliar.

Ini merupakan ekspor kopi perdana tahun 2026. Sebelumnya  Kabupaten Pekalongan sudah empat kali mengirim kopi ke negara Eropa tersebut.

Kali ini akan dikapalkan dari Tanjung Emas ke Pelabuhan Thessaloniki, Yunani.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan, ekspor kali ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.

Sebab permintaan kopi Pekalongan dari Yunani sangat tinggi.

Baca Juga: Dari Teh Repacking hingga Ekspor Eropa, Bank Indonesia Dorong Nala Indonesia Tea Mendunia

Bahkan, permintaan pasar belum sepenuhnya bisa dipenuhi oleh produsen lokal.

"Menurut Mas Dodik selaku owner CV Lumbung Kopi Nusantara, berapa pun produk kopi dari Pekalongan selalu diterima di sana,” katanya.

CV Lumbung Kopi Nusantara adalah mitra Pemkab Pekalongan sekaligus kelompok tani binaan BI Tegal yang berlokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Jika produksi memungkinkan, pengiriman berikutnya direncanakan kembali dilakukan pada Mei mendatang dengan target sekitar 30 ton.

Anis menyebut, keberhasilan ekspor ini sekaligus menguatkan identitas Pekalongan sebagai daerah penghasil kopi yang memiliki sejarah panjang.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Ajak Pengusaha Batik Terapkan Industri Hijau untuk Ekspor

Budidaya kopi di wilayah ini sudah berlangsung sejak masa kolonial.

"Dalam sejarahnya, kopi di Pekalongan mulai dirintis sekitar 300 tahun lalu, sejak masa Bupati Pekalongan Tan Kwee Jan. Saat itu Tan Kwee Jan menanam kopi sebagai program VOC. Dan ini tidak semua daerah melakukan," ucapnya.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan BI (KPwBI) Tegal Seno Indarto menyebutkan, pada periode November 2025 kopi robusta Pekalongan diekspor ke Yunani sebanyak  mencapai 59,4 ton.

Saat itu dikirimkan dalam wujud biji kopi hijau (green bean). Lumbung Kopi Nusantara mengelola dan mengkonsolidasikan lahan seluas 60 hektar di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur serta memproduksi green beanroasted bean, dan kopi bubuk.

"Pembinaan kami terhadap kelompok tani dan UMKM seperti ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong UMKM naik kelas, serta memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global. Ekspor kopi Pekalongan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perolehan devisa negara, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan daerah," ucapnya.

Baca Juga: Menteri Perindustrian Lepas Ekspor 20 Ribu Pasang Sepatu dari KEK Batang

Pemilik CV Lumbung Kopi Nusantara Irwan Ardiansyah mengatakan, kopi jenis robusta ini didapat dari petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Utamanya dari Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen. 

"Jadi semua kopi jenis yang sama dikumpulkan lalu kami ekspor sesuai permintaan dari Yunani. Nanti Mei kami kirim lagi untuk memenuhi pesanan yang sama sebanyak dua kontainer lagi ke Yunani," ungkapnya. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#Pemkab Pekalongan #kabupaten Pekalongan #bi tegal #ekspor perdana #yunani #pekalongan #dinkop dan umk #ekspor kopi