Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cek Harga Bahan Pokok ke Pasar, Plt Bupati Pekalongan Sukirman Dapat Keluhan Genteng Bocor

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:15 WIB

CEK PASAR: Plt Bupati Pekalongan Sukirman memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional jelang lebaran, Selasa (10/3/2026).
CEK PASAR: Plt Bupati Pekalongan Sukirman memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional jelang lebaran, Selasa (10/3/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai memantau harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman turun langsung dalam pantauan ini. Ia mendapat berbagai keluhan dari pedagang, termasuk soal genteng pasar bocor.

Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok di pasar tradisional tetap terkendali dalam masa jelang Lebaran yang biasanya memicu kenaikan permintaan.

Sukirman bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan meninjau di Pasar Kajen dan Pasar Wiradesa.

Rombongan berkeliling pasar memantau harga berbagai komoditas sekaligus berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kondisi pasokan dan harga terkini. Saat berdialog itulah Sukirman mendapat keluhan genteng bocor.

Baca Juga: Sukirman Turut Prihatin Atas Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Pastikan Pelayan Publik Tetap Berjalan Baik

Pedagang mengatakan, atap pasar banyak yang bocor akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu. Sukirman menjawab, perbaikan segera dilakukan.

“Insyaallah kalau tidak nanti sore, besok sudah kita perbaiki. Itu kemarin terdampak angin, jadi secara teknis tinggal mengganti bagian fiber atau asbesnya,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

Keluhan lain yakni soal belum dilibatkannya pedagang pasar ke dalam pemasokan program MBG (Makan Bergizi Gratis).

Sukirman mengatakan, Pemkab Pekalongan akan mendorong SPPG melibatkan pedagang pasar tradisional.

Menurutnya, keterlibatan pedagang lokal penting untuk menjaga perputaran ekonomi di pasar tradisional.

Baca Juga: Satu Tahun Kepemimpinan Fadia-Sukirman: Ekonomi Tumbuh, Menuju Pemerataan Berkelanjutan

"Kami akan dorong para pedagang agar bisa menjadi supplier program MBG. Tadi ada pedagang yang sudah menyampaikan kesiapan menyediakan barang, meskipun stoknya belum sepenuhnya mencukupi. Yang penting setiap pelaksanaan MBG harus melibatkan pedagang pasar,” jelasnya.

Pedagang juga menyampaikan keluhan soal masih banyaknya  pedagang yang berjualan emperan pasar.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual beli dan omzet pedagang yang berada di dalam pasar. 

“Mungkin nanti setelah Lebaran kita akan mencoba membuat aturan dan menertibkan, karena ada keluhan para pedagang. Yang masih di bawah ini tentu sedikit mengganggu proses jual beli,” ujar Sukirman.

Hasil pantauan harga kebutuhan pokok, Sukirman menyebut masih relatif stabil. Ia menilai perbedaan harga antarpasar masih dalam batas wajar.

Baca Juga: Pemkab Bakal Turun Tangani Gonjang-Ganjing KONI, Wabup Sukirman Pastikan Tak Ganggu Persiapan Porprov 2026

“Memang ada sedikit perbedaan harga antara satu pasar dengan pasar lainnya. Misalnya daging, di Wiradesa bisa lebih murah karena tempat pemotongan hewan berada di dekat sini. Selisihnya sekitar Rp 2.000 sampai Rp 5.000, tetapi secara umum masih stabil dan masih terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Selain daging, komoditas lain seperti beras dan cabai juga dinilai masih terkendali. Di Pasar Wiradesa harga cabai cenderung lebih murah karena ketersediaan stok yang cukup. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Sukirman #kabupaten Pekalongan #harga bahan pangan pokok #Cek Harga Bahan Pokok #bupati pekalongan #Plt Bupati Pekalongan Sukirman