METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Plt Bupati Pekalongan Sukirman pamer prestasi dan capaian pemerintahannya saat rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di DPRD setempat, Kamis 26 Maret 2026.
Prestasi yang dipaparkan mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga raihan penghargaan tingkat nasional.
Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Sukirman menampilkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif.
Tingkat kemiskinan turun dari 8,95 persen pada 2024 menjadi 8,05 persen di 2025. Pertumbuhan ekonomi pun menguat menjadi 5,88 persen, naik dari tahun sebelumnya 5,08 persen.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,71, sementara tingkat pengangguran terbuka ditekan hingga 3,24 persen. Inflasi daerah juga relatif terkendali di angka 2,83 persen.
“Kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2025 secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan capaian Indikator Kinerja Utama mencapai 99,57 persen," ujar Sukirman dalam rapat.
Di sektor non-ekonomi, Pemkab Pekalongan juga mengoleksi sejumlah prestasi. Di antaranya juara I penurunan prevalensi stunting tingkat Jawa Tengah, hingga masuk lima besar nasional Mandaya Award untuk inovasi pengentasan kemiskinan berbasis digital.
Selain itu, predikat kabupaten terinovatif nasional melalui Innovative Government Award (IGA) 2025 turut disabet.
Namun, di balik deret capaian tersebut, laporan yang disampaikan masih bersifat sementara. Sukirman menegaskan bahwa data keuangan yang dipaparkan belum melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Tapi pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif dan tetap menjaga prinsip akuntabilitas," katanya.
Pendapatan daerah tercatat terealisasi Rp 2,33 triliun dari target Rp 2,41 triliun. Sementara belanja daerah mencapai Rp 2,33 triliun dari pagu Rp 2,48 triliun.
Dari struktur APBD tersebut, tercatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp 68,43 miliar. (nra/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan