Harmoni Syawalan Megono Kabupaten Pekalongan, Sukirman Makan Megono Bareng Warga, Perkuat Kebersamaan

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 12:31 WIB
MEMBUKA ACARA : Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat hadir di tengah-tengah masyarakat, membuka acara Harmoni Syawalan Megono. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MEMBUKA ACARA : Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat hadir di tengah-tengah masyarakat, membuka acara Harmoni Syawalan Megono. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui gelaran Harmoni Syawalan Megono di Objek Wisata (OW) Linggoasri, Kecamatan Kajen, Jumat lalu 27 Maret 2026. 

Dalam suasana penuh kehangatan pasca-Idulfitri, ribuan masyarakat memadati lokasi acara, di OW Linggoasri. 

Sebanyak 10.000 bungkus nasi megono dibagikan secara gratis kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Plt Bupati Pekalongan Sukirman hadir membuka acar, dan makan megono bersama warga.

Momentum tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam nguri-uri tradisi sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, ketua DPRD, kapolres, perwakilan Kodim 0710/Pekalongan, Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri (PN), Sekretaris Daerah (Sekda) M. Yulian Akbar, para kepala OPD, camat, serta Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana Sukirman.

Tak sekadar seremoni, Harmoni Syawalan Megono juga dimeriahkan lomba kreasi sajian megono yang diikuti perwakilan dari 19 kecamatan.

Kreativitas peserta dalam mengolah kuliner khas daerah tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terlebih dengan kehadiran para pelaku kuliner legendaris yang turut meramaikan suasana. Hiburan musik di panggung terbuka semakin menambah semarak perayaan.

Dalam lomba tersebut, Kecamatan Karangdadap berhasil meraih juara pertama, disusul Paninggaran sebagai juara kedua, dan Karanganyar di posisi ketiga. Sementara juara harapan diraih Kecamatan Bojong, Siwalan, dan Kesesi. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Kecamatan Wiradesa sebagai juara terinovatif serta Paninggaran sebagai juara terfavorit. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Sukirman bersama Ketua TP PKK.

Sukirman mengatakan, tahun ini ada perbedaan waktu pelaksanaan syawalan. Pemkab Pekalongan memilih melaksanakan lebih awal. Namun, kata Sukirman, perbedaan ini justru menjadi cerminan indahnya keberagaman. “Perbedaan ini bukan sesuatu yang prinsip. Justru ini adalah kebhinekaan yang harus kita syukuri bersama,” ujarnya.

MERIAH : Kemeriahan acara Harmoni Syawalan Megono di Objek Wisata Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jumat 27 Maret 2026. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
MERIAH : Kemeriahan acara Harmoni Syawalan Megono di Objek Wisata Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jumat 27 Maret 2026. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

Ia menekankan, tradisi Syawalan memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan. Tradisi ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, menjaga harmoni sosial, sekaligus melestarikan budaya leluhur. Salah satunya melalui kuliner khas sego megono yang telah menjadi identitas daerah.

“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur, para kiai, dan para pemimpin kita. Syawalan menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, sekaligus nguri-uri kebudayaan agar terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Sukirman bercerita, dirinya sudah akrab dengan megono sejak kecil. Di desa asalnya, Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, mbahnya dulu juga berjualan nasi megono.

"Hampir setiap pagi keluarga kami sarapan nasi megono. Barangkali saudara-saudara sekalian di sini ada yang pernah makan megono buatan mbah saya," ucapnya saat sambutan.

Pada kesempatan tersebut, Sukirman turut menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih ada kekurangan, dan ke depan akan terus kami perbaiki,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan, sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih.

“Kami akan terus berbenah, mengisi berbagai kekurangan, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semua ini demi mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (adv/nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
Pemkab Pekalongan Linggoasri syawalan