METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Wisata air kembali memakan korban. DH, 16, warga Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Sengkarang, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Minggu siang 29 Maret 2026.
Peristiwa tragis itu bermula saat korban bersama tiga temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00.
Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 dan langsung menuju area sungai. Tiga rekan korban lebih dulu mandi, sementara DH sebelumnya hanya menunggu di tepi.
Namun, setelah rekannya selesai, korban justru turun ke sungai dan berenang ke bagian tengah. Diduga tidak mampu mengendalikan diri, korban terseret arus yang cukup deras.
Ketiga teman berupaya meminta bantuan warga sekitar. Mereka juga sempat berusaha mengejar korban dari tepian sungai.
Sayangnya, derasnya arus dan kondisi medan yang berbahaya membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.
Sekitar 20 menit kemudian, korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal, sekitar 700 meter dari titik awal tenggelam. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kajen untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal akibat kekurangan oksigen karena tenggelam.
Selain itu, ditemukan luka robek di bagian dahi serta lecet di pundak kiri yang diduga akibat benturan saat tubuh korban terbawa arus.
“Dari keterangan saksi, korban diketahui tidak bisa berenang,” kata Plh Kapolsek Karanganyar Iptu Bono Raharjo.
Ia menambahkan, lokasi kejadian merupakan kawasan desa wisata yang dikelola pemerintah desa.
Namun, hingga kini belum dilengkapi sistem pengawasan yang memadai, padahal arus sungai di titik tersebut tergolong deras. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla