METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Meski sudah banyak korban luka maupun tewas, masih saja ada remaja yang nekat merakit mercon.
Insiden tersebut kembali terjadi, meski Ramadan, Lebaran, dan Syawalan telah berlalu. Kali ini menimpa seorang remaja di Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Ia berinisial RS, 16, warga Desa Kutosari. Peristiwa terjadi pada Rabu malam lalu 1 April 2026 di teras depan rumahnya. Namun kasus ini baru diketahui polisi sehari setelahnya ketika mendapat laporan dari warga.
"Iya, benar. Setelah kami telusuri memang benar ada remaja terluka akibat merakit mercon," kata Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Warsito.
Menurut Warsito, insiden bermula saat korban membongkar petasan jenis cengis sebanyak empat butir. Bubuk mesiu dari petasan itu rencananya akan dikumpulkan menjadi satu.
Namun nahas, saat proses pembongkaran berlangsung, muncul percikan api yang langsung memicu ledakan.
Ledakan tersebut menyebabkan korban mengalami luka robek pada bagian jari serta telapak tangan kanan.
Warga sekitar yang mendengar suara ledakan segera berlarian menuju lokasi dan mendapati korban dalam kondisi terluka.
Korban saat ini tengah dirawat di RSI Pekajangan. Kabarnya, kemungkinan paling buruk yakni tangan korban harus amputasi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan bekas ledakan petasan di sekitar rumah korban.
Peristiwa terbaru ini menambah deretan kasus ledakan mercon yang memakan korban di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Ini mengindikasikan warga masih belum sepenuhnya kapok dengan peristiwa maut di Kota Pekalongan, beberapa waktu lalu. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla