METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Seorang petani di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, hilang secara misterius.
Ia ditemukan di radius tujuh kilometer dari lokasi awal bekerja. Kondisinya lemas, linglung, dan yanpa busana di tengah sawah.
Korban diketahui bernama Solihin, 57, warga Dukuh Wiyoro, Desa Garungwiyoro. Mulanya, ia pamit ke sawah di Blok Gunung Damar dengan membawa traktor, Sabtu pagi 4 April 2026. Namun hingga sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, ia tak kunjung pulang
Keluarganya melapor ke desa. Warga pun bergerak melakukan pencarian sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Pencarian dilanjutkan kembali pada Minggu pagi 5 April 2026. Hasilnya, sekitar pukul 07.30, seorang warga menemukan Solihin tergeletak di atas rumput areal persawahan dalam kondisi telanjang bulat. Lokasi penemuan Solihin ini di Desa Bubak, padahal ia bekerja di Desa Garungwiyoro.
"Saat ditemukan, terdapat luka gores dan memar di tubuh korban, diduga akibat benturan saat terjatuh. Kondisinya lemas dan linglung serta tanpa busana," kata Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi.
Solihin saat ini tengah dirawat di RSUD Kajen setelah sempat dilarikan ke Puskesmas tersekat.
Ini karena kondisi fisiknya terus menurun. Hingga kini, korban belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian yang ia alami.
Warga setempat mengaitkan peristiwa ini dengan cerita Wewe, makhluk halus yang dikenal suka membawa dan menyembunyikan manusia. Sawah tempat kerja Solihin, di kalangan warga, terkenal daerah wingit atau angker.
Beberapa tahun silam ada kejadian serupa, bahkan hingga kini korban tak ditemukan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan.
“Kami minta warga tetap tenang. Yang terpenting saat ini adalah kondisi korban. Untuk para petani, kami sarankan tidak bekerja sendirian di lokasi yang jauh dari permukiman,” ucap Slamet Riyadi. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla