METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan mulai mengantisipasi peralihan musim dari penghujan ke kemarau.
Perubahan musim yang diperkirakan terjadi bulan ini dikhawatirkan berdampak pada debit sejumlah sumber air, terutama yang selama ini menjadi andalan distribusi ke pelanggan.
Direktur PDAM Kabupaten Pekalongan Nur Wachid mengatakan, potensi penurunan debit air saat musim kemarau menjadi perhatian serius.
Pasalnya, sejumlah sumber mata air yang biasanya melimpah saat musim hujan berpotensi mengalami penyusutan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PDAM secara rutin menerjunkan tim teknis guna melakukan pengecekan di berbagai titik sumber air. Beberapa di antaranya berada di wilayah Kecamatan Kajen, Doro, hingga Karanganyar.
“Seperti yang kami lakukan hari ini, tim teknis PDAM sedang mengecek kondisi sumber mata air di daerah Kajen hingga Linggo,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan lancar.
Dengan pemantauan rutin, setiap potensi gangguan di lapangan bisa segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat oleh petugas.
“Kalau ada kendala, petugas teknis kami langsung bergerak di lapangan, sehingga gangguan distribusi bisa diminimalkan. Setiap hari kami selalu menurunkan petugas lapangan untuk memastikan pelayanan tetap optimal,” ungkapnya.
Nur Wachid juga mengungkapkan, selama Ramadan hingga pasca-Lebaran 2026, distribusi air bersih kepada pelanggan relatif aman.
Hal itu ditandai dengan minimnya keluhan masyarakat terkait layanan air bersih.
Di sisi lain, terkait kondisi geografis Kabupaten Pekalongan yang rawan longsor, pihaknya mengaku bersyukur karena hingga kini belum ada jaringan pipa PDAM yang terdampak.
Meski demikian, pengecekan tetap dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi.
“Walaupun tidak terdampak, kami tetap kirim petugas untuk memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi aman,” tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla