METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Suasana berbeda dan penuh antusiasme mewarnai SMA Negeri 1 Kedungwuni, Senin 13 April 2026. Puluhan pelajar berkesempatan mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Duta Muda EduTour yang digagas oleh BPJS Kesehatan.
Acara ini menghadirkan Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan sekaligus Kedeputian Wilayah VI, Nadi Pertiwi. Kehadirannya menjadi sarana edukasi agar generasi muda atau Gen Z lebih memahami krusialnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini.
Dalam pemaparannya, Nadi menekankan bahwa kesehatan adalah aset masa depan yang harus dipersiapkan perlindungannya lewat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kesehatan itu mahal. Bayangkan seseorang yang melakukan operasi jantung itu memerlukan biaya hingga Rp 150 juta. Karena itu, penting bagi kita semua, termasuk generasi muda, untuk memahami dan memiliki jaminan kesehatan sejak dini,” jelas Nadi di hadapan para siswa.
Selain memberikan pemahaman dasar, Nadi juga menyosialisasikan berbagai kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Aplikasi cerdas ini dirancang untuk memudahkan peserta dalam mengakses layanan administrasi maupun fasilitas kesehatan. Mulai dari mengambil nomor antrean online, skrining riwayat kesehatan, mengecek status kepesertaan, hingga mendaftar Program Rehab (Rencana Pembayaran Bertahap) bagi peserta JKN yang memiliki tunggakan iuran.
Kehadiran program BPJS Kesehatan goes to school ini mendapat respons yang sangat positif. Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Kedungwuni, M. Dimas Daniswara, menilai program ini membuka wawasan pelajar tentang peran negara dalam melindungi warganya.
“BPJS Kesehatan itu seperti asuransi dari negara. Fungsinya membantu masyarakat ketika mengalami sakit atau kecelakaan, sehingga biaya pengobatan bisa ditanggung,” ungkapnya.
Manfaat langsung dari sosialisasi ini juga dirasakan oleh Satrio Tedjo Wibowo, siswa kelas X SMAN 1 Kedungwuni. Berkat edukasi tersebut, ia yang sebelumnya awam kini bisa mengecek status kepesertaan JKN-nya secara mandiri.
“Awalnya saya tidak tahu apakah sudah terdaftar BPJS Kesehatan atau belum. Setelah mendapat penjelasan, saya coba cek lewat nomor PANDAWA 0811-8165-165, dan ternyata saya sudah terdaftar aktif. Ini sangat membantu,” ujarnya antusias.
Dari kacamata pendidik, kegiatan EduTour dinilai sangat tepat sasaran. Guru SMAN 1 Kedungwuni, Nia, menyebut literasi tentang jaminan kesehatan sangat dibutuhkan untuk para siswa.
“Kadang siswa belum tahu apakah mereka sudah terdaftar atau belum, bahkan belum memahami perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini sangat membantu memberikan pemahaman tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, menegaskan bahwa Duta Muda EduTour merupakan langkah strategis instansinya dalam memperluas cakupan edukasi kepada generasi muda. Ia berharap para pelajar bisa menjadi agen literasi yang meneruskan informasi ke keluarga mereka.
“Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami pentingnya program JKN. Harapannya, mereka bisa menjadi penyambung informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang jaminan kesehatan,” tandasnya.(yan)
Editor : Ida Nor Layla