METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Progres pembangunan fisik RSUD Kraton baru di Wiradesa memasuki fase akhir.
Setelah dua tahap awal rampung 100 persen, kini proyek rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan itu bersiap menuntaskan tahap ketiga sebagai penentu perpindahan operasional atau relokasi.
Direktur RSUD Kraton, dr. Henny Rosita mengatakan, tahap katiga pembangunan dijadwalkan mulai akhir Mei atau awal Juni 2026.
Saat ini tengah proses lelang yang berlangsung April hingga Mei. "Jadi, targetnya selesai akhir November 2026,” ucapnya.
Dengan rampungnya tahap ketiga, manajemen menargetkan proses boyongan (relokasi) dari gedung lama ke lokasi baru dilakukan pada akhir Desember 2026 atau awal 2027.
Henny menyampaikan, relokasi ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan bagian dari transformasi layanan kesehatan.
Selama ini, RSUD Kraton menghadapi keterbatasan lahan di lokasi lama yang berada di wilayah Kota Pekalongan. Selain itu, persoalan banjir dan rob juga kerap mengganggu pengembangan layanan.
Tak hanya itu, aspek kepemilikan lahan turut menjadi pertimbangan. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap, sebagian lahan lama diketahui milik Kesusteran Santa Bunda Maria.
Di lokasi baru, konsep layanan dirancang lebih modern dan terintegrasi. Seluruh unit pelayanan akan berada dalam satu sistem terpadu, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang tersebar di beberapa bangunan.
Gedung baru juga telah disesuaikan dengan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai Perpres Nomor 59 Tahun 2024.
Dalam skema tersebut, satu ruang rawat inap maksimal diisi empat pasien, lebih sedikit dibanding sebelumnya yang bisa mencapai enam hingga tujuh pasien.
Fasilitas penunjang seperti IGD, radiologi, dan laboratorium juga disiapkan dengan kapasitas lebih luas dan teknologi yang lebih mutakhir.
"Meski luas lahan relatif sama, sekitar dua hektare, bangunan di lokasi baru dirancang lebih besar dan efisien, lengkap dengan area parkir luas serta ruang terbuka hijau," ungkapnya.
Proyek pembangunan RSUD Kraton anyar dalam tiga tahap ini menelan total anggaran Rp 195,5 miliar. Henny mengatakan, itu masih mungkin bertambah sesuai kebutuhan pengembangan fasilitas.
"Lokasi RSUD Kraton di jalur Pantura nanti dinilai strategis untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk pasien rujukan dari daerah sekitar. Kami menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan unggulan di wilayah Pantura," pungkasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla