METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam mendorong efisiensi energi terus diperkuat melalui langkah nyata di lapangan.
Salah satunya ditunjukkan lewat kegiatan sepeda santai (gowes) bersama yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan Sukirman, Jumat 17 April 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas olahraga bersama, melainkan bagian dari gerakan kolektif untuk membangun kesadaran akan pentingnya penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Di tengah tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, Pemkab Pekalongan mulai mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan aparatur agar lebih adaptif terhadap gaya hidup ramah lingkungan.
“Ini dalam rangka kampanye hemat energi. Selain itu, karena hari Jumat kita sudah ditegaskan untuk WFH, maka ini juga bagian dari implementasi itu. Setelah gowes, kami ke kantor bersama-sama sambil mengecek kondisi lingkungan,” ujar Sukirman.
Rute gowes yang ditempuh sepanjang kurang lebih 16 kilometer. Dimulai dari kawasan Bank Jateng Cabang Kajen menuju wilayah Kecamatan Kesesi. Rombongan kemudian berputar hingga Terminal Kajen, sebelum melanjutkan perjalanan dengan singgah di Desa Nyamok.
Di lokasi tersebut, Sukirman bersama jajaran turut meninjau Sarana Produksi Pangan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat.
Kegiatan lapangan semacam ini, menurut Sukirman, menjadi sarana efektif untuk memastikan program pemerintah berjalan optimal sekaligus menangkap langsung dinamika di masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih dekat dan humanis, diharapkan kebijakan yang diambil pemerintah daerah semakin tepat sasaran.
Selain itu, momentum gowes juga dimanfaatkan untuk mempererat koordinasi dan kebersamaan antar pimpinan perangkat daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, para kepala OPD, serta sejumlah pejabat struktural lainnya yang turut berpartisipasi aktif sepanjang rute.
"Kami akan terus mendorong dinas-dinas untuk melakukan upaya-upaya hemat energi dengan cara lainnya. Soal gowes ini akan kami rutinkan. Tapi karena ini awal, mungkin akan dua minggu sekali dulu," ungkapnya.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan ini menjadi energi tersendiri dalam mendorong kinerja pemerintahan yang lebih solid dan responsif.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa perubahan menuju pola hidup hemat energi dapat dimulai dari lingkungan birokrasi sebagai role model bagi masyarakat luas.
Pemkab Pekalongan berharap, gerakan sederhana seperti bersepeda dapat menjadi pemantik kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola energi secara bijak.
Ke depan, upaya-upaya serupa akan terus Pemkab galakkan sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla