METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan memastikan sebanyak 941 calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 dinyatakan lulus istitoah atau memenuhi syarat kesehatan untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepastian itu diperoleh setelah mereka menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Pekalongan Muhammad Khoirudin menyatakan, seluruh jemaah yang lolos telah memenuhi standar kesehatan sesuai ketentuan.
"Artinya, mereka dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Menurut dia, ada sejumlah penyakit yang menjadi perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah haji, di antaranya meningitis, polio, Covid-19, influenza, heatstroke, hingga gangguan jantung.
Sebab itu, Dinkes melakukan tes kebugaran atau ROKPOT menjelang pemberangkatan untuk mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.
Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung setelah aktivitas fisik berupa jalan kaki.
Untuk jemaah lanjut usia, tes dilakukan dengan berjalan kaki selama 6–7 menit, sedangkan jemaah non-lansia menempuh jarak yang lebih panjang.
"Dari hasil tes kebugaran ini, kami bisa mendeteksi dini jika ada kelainan. Jika ditemukan indikasi tertentu, akan kami rekomendasikan untuk dirujuk,” jelasnya.
Pada musim haji tahun ini, CJH asal Kabupaten Pekalongan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Yakni kloter 11, 12, 13, 14, dan 18. Dinkes menyiapkan dua unit ambulans beserta tim medis yang terdiri atas dokter dan perawat untuk mengawal jemaah. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla