METROPEKALONGAN.COM, Kajen - RSUD Kajen mulai memanaskan mesin jelang akreditasi rumah sakit 2026.
Melalui rangkaian in house training (IHT), manajemen berupaya memperkuat budaya mutu sekaligus memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama layanan.
Tahapan awal IHT telah digelar Sabtu (2/5) dengan fokus pembekalan penanggung jawab data mutu, keselamatan pasien, dan manajemen risiko.
Kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam menyiapkan perangkat akreditasi, terutama terkait pengelolaan data, implementasi program keselamatan pasien, hingga penyamaan persepsi terhadap standar layanan.
Memasuki tahap lanjutan, pembekalan penilaian akreditasi bagi seluruh staf mulai berlangsung Senin (4/5) hingga Rabu (13/5).
Kegiatan dilaksanakan bertahap selama sembilan hari untuk mengakomodasi lebih dari 700 pegawai, tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting, mulai tata kelola rumah sakit, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Di antaranya TKRS, PMKP, Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), early warning system, komunikasi efektif, hingga simulasi code blue (bantuan hidup dasar) dan code red.
Selain itu, peserta juga dibekali praktik pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), penggunaan spill kit, serta keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS).
Direktur RSUD Kajen, Imam Prasetyo, menegaskan bahwa rangkaian IHT ini bukan sekadar pemenuhan administrasi akreditasi, melainkan upaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
“Akreditasi bukan tujuan akhir, tetapi instrumen untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan aman bagi pasien. Melalui IHT ini, kami ingin seluruh staf memiliki pemahaman yang sama dan siap mengimplementasikannya dalam praktik sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi akreditasi.
Karena itu, pembekalan dilakukan menyeluruh agar setiap lini layanan memahami peran masing-masing dalam menjaga mutu pelayanan.
"Dengan rangkaian pelatihan ini, RSUD Kajen menargetkan terciptanya keselarasan pemahaman di internal rumah sakit. Harapannya, implementasi standar akreditasi dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang kami berikan," kata Imam. (nra)
Editor : Agus AP