METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tanggul penahan rob yang dibangun TNI di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kritis.
Fungsinya sudah tak optimal. Belakangan air pasang limpas dan masuk ke permukiman.
Warga Desa Mulyorejo Samusi mengatakan, banjir kini hampir terjadi setiap sore akibat luapan sungai dan tanggul yang tak lagi mampu menahan air.
“Sekarang hampir tiap sore banjir. Air dari sungai meluap, tanggul juga limpas. Di jembatan juga sama, hampir semuanya limpas,” keluhnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul bersama Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) meninjau langsung kondisi tanggul, Rabu (13/5/2026) lalu.
Ia mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan anggaran untuk peninggian tanggul-tanggul krisis. Tak terkecuali di Mulyorejo itu.
“Dalam pergeseran anggaran kemarin, sudah kami sepakati sekitar Rp 600 juta untuk peninggian tanggul TNI ini. Namun karena kebutuhan penanganan cukup banyak, yang sifatnya mendesak kami prioritaskan lebih dulu,” ujarnya.
Selain peninggian tanggul, perbaikan pintu air Sungai Meduri juga masuk agenda prioritas.
Menurut Sumar, perbaikan tersebut akan dilakukan dalam bentuk rehabilitasi, bukan pembangunan baru.
Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas tuntutan warga saat aksi demonstrasi banjir beberapa bulan lalu.
Saat itu, banjir sempat merendam sejumlah desa di Kecamatan Tirto selama sebulan lebih.
Dari tujuh poin tuntutan yang diajukan warga, sebagian besar disebut telah direalisasikan.
Di antaranya peninggian tanggul oleh Pemprov Jawa Tengah, penambahan dua pompa portable di Karangjompo dan Mulyorejo, hingga pemenuhan kebutuhan bahan bakar operasional pompa.
Tak hanya itu, pembangunan rumah pompa di Desa Karangjompo senilai sekitar Rp 3 miliar juga kini telah memasuki tahap pelaksanaan.
Sementara perbaikan ruas jalan Karangjompo–Pecakaran–
“Penanganan ini dilakukan bertahap. Mudah-mudahan pengaturan aliran air dari selatan agar tidak menumpuk di Karangjompo juga bisa segera dituntaskan,” tambahnya.
Kepala Bidang PSDA DPU Taru Kabupaten Pekalongan Pujo memastikan, proses perencanaan peninggian tanggul sudah berjalan.
Berdasarkan hasil survei lapangan, panjang tanggul yang akan ditinggikan itu mencapai sekitar 500 meter.
“Anggaran sudah kami siapkan melalui skema mendahului perubahan, saat ini masih tahap perencanaan sebelum nantinya dilelangkan,” jelasnya.(nra)
Editor : Ida Nor Layla