METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kepeduliannya terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).
Melalui program Mobile Therapy, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan tahun ini menargetkan 1.050 ABK di seluruh wilayah untuk mendapatkan layanan terapi dan pendampingan secara bertahap.
Program jemput bola tersebut menghadirkan beragam layanan, mulai fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi, konseling psikologi, hingga psikotes untuk mengukur tingkat kecerdasan anak.
Pelaksanaannya dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan melalui koordinator wilayah (korwil) pendidikan di masing-masing kecamatan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Pekalongan Moureta Vitria Loreent mengatakan, sasaran sementara program itu berasal dari data ABK yang telah dihimpun dari korwil pendidikan se-Kabupaten Pekalongan. Yakni dari sekolah-sekolah inklusi di Kota Santri.
"Jadi jumlahnya masih bisa bertambah karena ada juga ABK di luar sekolah inklusi, seperti misalnya data dari desa dan puskesmas," ucapnya.
Layanan mobile therapy digelar secara bergilir di setiap wilayah, menyesuaikan dengan kesiapan fasilitas yang tersedia.
Sejauh ini telah berjalan di sejumlah kecamatan seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Karangdadap, Kandangserang, Lebakbarang, Doro, dan terbaru di Talun.
"Di Talun kemarin itu 50-an ABK. Sejauh ini, dari total target kami 1.050, itu belum ada separo. Masih banyak PR kami dan ini masih terus bergerak," ungkapnya.
Dia menegaskan, pendampingan terhadap ABK tidak berhenti setelah kegiatan mobile therapy selesai.
Dinsos tetap mendorong keluarga agar melanjutkan terapi secara mandiri di fasilitas kesehatan maupun klinik terapi swasta.
“Tetap akan kami dorong untuk terapi mandiri di fasilitas kesehatan seperti RSUD atau terapi di klinik swasta,” imbuhnya. (nra)
Editor : Ida Nor Layla