METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Niat Satlantas Polres Pekalongan menertibkan sopir (driver) mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata tak main-main.
Para driver SPPG se-Kabupaten Pekalongan jadi dikumpulkan dan digembleng pelatihan safety driving serra pemeriksaan kesehatan, Sabtu 16 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Setia Polres Pekalongan itu menjadi tindak lanjut konkret pascakecelakaan tunggal mobil pikap boks SPPG Kesesi pada awal Mei lalu.
Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni.
Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra mengatakan, pembekalan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan pengemudi layanan publik, khususnya yang bertugas mendistribusikan MBG.
"Jadi para sopir dibekali pemahaman mengenai teknik berkendara aman, antisipasi potensi bahaya di jalan, hingga pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas," ucap Alfian.
Tak hanya teori, para sopir juga diminta uji atau praktik.
Pada sesi praktik ini para pengemudi diberi kesempatan mencoba simulasi safety driving menggunakan mobil uji praktik SIM dengan pendampingan personel Satlantas.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Alfian menegaskan, peningkatan kompetensi sopir dan pengecekan kondisi fisik menjadi dua aspek penting yang tidak boleh diabaikan, terutama setelah adanya evaluasi terhadap insiden kecelakaan sebelumnya.
“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan para pengemudi SPPG agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Pekalongan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Langkah Satlantas ini pun mendapat respons positif dari para peserta.
Mereka berharap pelatihan serupa dapat digelar secara berkala agar kemampuan berkendara dan kesiapan fisik pengemudi terus terjaga. (nra)
Editor : Ida Nor Layla