METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabar penangkapan AKF, kiai sekaligus pimpinan pondok pesantren Padang Ati, Buaran, Kabupaten Pekalongan, masih hangat saat ini.
Penangkapan ini berdasarkan laporan enam korban yang merupakan mantan santriwati ponpes tersebut.
Namun, Organisasi Yakuza Maneges yang turut mengadvokasi kasus ini mengungkap, jumlah korban kekerasan seksual kasus ini mencapai 25 orang.
Pimpinan Yakuza Maneges, Gus Thuba Topo Broto mengatakan, pihaknya menerima banyak aduan dari mantan santriwati maupun keluarga korban sejak kasus tersebut mencuat.
Baca Juga: Heboh Santriwati di Kabupaten Pekalongan Hamil Lewat Mimpi, Ini Pengakuan Keluarga dan Pihak Klinik
“Ada 23 sampai 25 orang. Tapi yang berani melapor baru enam orang,” ujarnya, Rabu (27/5).
Menurut dia, banyak korban selama ini memilih diam karena mendapat tekanan dan ancaman. Korban diduga takut lantaran pelaku memiliki posisi sebagai pengasuh pondok dan tokoh yang dihormati.
“Pelaku diduga memanfaatkan relasi kuasa antara guru dan santri dengan dalih kepatuhan terhadap kiai atau ustaz,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus Santriwati Hamil Misterius di Pekalongan Menemukan Titik Terang, Polisi Tangkap Kiai Ponpes
Yakuza Maneges saat ini terus mendampingi para korban agar berani buka suara. Mereka juga mendorong aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun
Sementara itu, jajaran Polres Pekalongan Kota telah menangkap AKF pada Rabu pagi. Hingga Rabu sore, AKF masih menjalani proses pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka. (nra)
Editor : Baskoro Septiadi