METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pabrik sepatu PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) di Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, ternyata baru menyerap sekitar 5 ribu pekerja.
Pemkab Pekalongan menanti kontribusi perusahaan tersebut terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Fakta itu mencuat saat Plt Bupati Pekalongan Sukirman meninjau langsung kawasan pabrik, Selasa (26/5).
Dalam kunjungan tersebut, Sukirman menyebut kapasitas kebutuhan tenaga kerja perusahaan sebenarnya jauh lebih besar.
Berdasarkan hasil pembicaraan dengan manajemen, PT HAI diproyeksikan membutuhkan hingga 20 ribu pekerja.
"Sekarang baru sekitar 5.000 karyawan yang direkrut. Artinya peluang kerja masih terbuka sangat besar, terutama bagi warga Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sukirman mengaitkan mulai turunnya tingkat pengangguran terbuka pada 2025 dengan mulai beroperasinya industri padat karya tersebut.
Sukirman menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan pengangguran disertai pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan angka kemiskinan yang perlahan menurun.
Menurut dia, efek keberadaan industri itu mulai terasa di sejumlah sektor.
Tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga memicu perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
Ia mengaku sempat berdialog dengan sejumlah pekerja yang berasal dari berbagai kecamatan seperti Kajen, Sragi hingga Wonopringgo.
“Saya kira ini multiplier effect-nya besar. Karyawannya banyak dari warga Kabupaten Pekalongan sendiri,” ujarnya.
Pabrik tersebut memproduksi sepatu merk ternama untuk pasar ekspor. Produk-produknya dikirim ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Sukirman mengaku cukup terkejut melihat skala industri dan aktivitas produksi di dalam pabrik yang tergolong masif. (nra)
Editor : Ida Nor Layla