Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hilirisasi Perkebunan, Kabupaten Pekalongan Ditarget Tanam 234 Hektare Tebu Tahun Ini

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:05 WIB
HILIRISASI: Penanaman tebu serentak di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dalam program Hilirisasi Perkebunan, Rabu (3/6/2026).
HILIRISASI: Penanaman tebu serentak di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dalam program Hilirisasi Perkebunan, Rabu (3/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah pusat terus menggenjot perluasan areal tebu untuk mendukung target swasembada gula konsumsi nasional.

Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena dinilai masih memiliki potensi lahan untuk pengembangan komoditas tersebut. Tahun ini ditarget menanam 234 hektare tebu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto mengatakan, program ini merupakan bagian dari Hilirisasi Perkebunan yang mencakup sejumlah komoditas strategis, termasuk tebu.

Jawa Tengah tahun ini mendapat target pengembangan tebu sekitar 10.800 hektare.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pekalongan memperoleh target sekitar 234 hingga 235 hektare.

"Hingga saat ini, realisasi penanaman di tingkat Jawa Tengah telah mencapai sekitar 82 persen sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 2.000 hektare yang harus dipenuhi hingga akhir tahun," ucapnya saat tanam serentak di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu 3 Juni 2026. 

Menurutnya, pemerintah masih membutuhkan tambahan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk memenuhi target nasional.

Karena itu, daerah yang masih memiliki potensi lahan, termasuk Pekalongan, didorong untuk menambah luas tanam apabila memungkinkan.

"Kami melihat Pekalongan masih memiliki potensi lahan yang cukup besar. Kalau nanti realisasinya bisa melebihi target, tentu lebih baik," katanya.

Tahun lalu, luas tanam tebu nasional mencapai sekitar 560 ribu hektare dengan produksi gula sekitar 2,6 juta ton.

Pada 2026, pemerintah menargetkan produksi meningkat menjadi sedikitnya 2,7 juta ton.

"Kami optimistis produksi tahun ini lebih baik karena kondisi musim kemarau diperkirakan lebih mendukung dibanding tahun lalu. Harapannya target swasembada gula konsumsi bisa tercapai," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program nasional tersebut.

Dari luasan tanam yang ditargetkan, Kabupaten Pekalongan telah realisasi seluas 135 hektare. Ia optimistis target tersebut akan tercapai. 

"Jadi masih kurang atau butuh sekitar 100 hektare lagi. Kami perkirakan pada Juli nanti penanaman akan berlangsung lebih signifikan, menyesuaikan jadwal tanam petani tebu," katanya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Hilirisasi Perkebunan #Tanam Serentak Tebu #Kementerian Pertanian #kabupaten Pekalongan #dkpp