Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pengerjaan Jalan Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 Akhirnya Mulai, Pemkab Gelontor Anggaran Rp 49 Miliar

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 22 Juni 2026 | 18:05 WIB
INFRASTRUKTUR: DPRD Kabupaten Pekalongan saat rapat bersama Dinas PU-Taru terkait lambannya pekerjaan fisik jalan, Senin (15/6/2026).
INFRASTRUKTUR: DPRD Kabupaten Pekalongan saat rapat bersama Dinas PU-Taru terkait lambannya pekerjaan fisik jalan, Senin (15/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Setelah sempat tertunda selama beberapa bulan, pekerjaan fisik jalan di Kabupaten Pekalongan akhirnya mulai bergulir.

Tahun ini Pemkab Pekalongan menggelontorkan anggaran Rp 49 miliar. Itu di luar pengalihan anggaran pembangunan gedung DPRD.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ahmad Al Faruq mengatakan, Rp 49 miliar itu terdiri atas Rp 28 miliar anggaran reguler, termasuk pokok pikiran DPRD, serta tambahan Rp 21 miliar dari anggaran mendahului perubahan.

Menurut Faruq, pelaksanaan pekerjaan sempat tersendat akibat perubahan harga aspal dan solar industri yang membuat dokumen perencanaan harus beberapa kali direvisi.

Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika harga bahan baku di tengah situasi geopolitik internasional.

"Tapi alhamdulillah sekarang sudah ada kepastian harga aspal  sehingga rekanan mulai menjalankan pekerjaan. Tentu saja proses pelaksanaannya tetal dilakukan melalui pelelangan, e-katalog maupun penunjukan langsung," jelasnya.

Terdekat, kata Faruq, ruas jalan yang akan dikerjakan antara lain Podo-Pakisan (dari podo sampai BCA lama), Kertoharjo-Karangdadap (dari jembatan sampai bawah jalan tol).

Podo-Pakisan dianggarkan Rp 4 miliar (beton), sedangkan Kertoharjo-Karangdadap senilai Rp 5,8 miliar (beton sepanjang 1800 meter).

"Ini pakai beton karena untuk menyikapi banyaknya truk besar yang melintas di dua ruas tersebut," ucapnya. 

Sementara itu perbaikan jalan dari pengalihan anggaran pembangunan gedung DPRD belum berjalan.

Ada 12 ruas yang diproyeksikan akan dikerjakan dengan anggaran pengalihan ini. Namun saat ini baru memasuki tahap perencanaan dan DED (Detail Engineering Design). 

"Karena, itu dikonsultankan. Dan konsultan akhir bulan Juni ini habis kontrak. Jadi kami menunggu siap dulu, baru bisa berjalan," jelas Faruq.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ruben Prabu Faza mengaku mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat terkait belum adanya pekerjaan fisik jalan hingga pertengahan tahun ini.

Ini yang membuat DPRD akhirnya mengundang Dinas PU-Taru dalam rapat kerja, pekan lalu.

"Iya, ternyata karena DPU-Taru belum mendapatkan harga pasti aspal. Ini efek geopolitik juga. Tapi alhamdulillah, ini sekarang harganya sudah ada. Sehingga insyaallah mereka segera action," katanya. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#Kelangkaan aspal #kabupaten Pekalongan #perbaikan jalan #jalan rusak