METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabupaten Pekalongan akhirnya punya duta wisata (duwis) lagi.
Ajang Pemilihan Duta Wisata kembali digelar setelah vakum sejak 2019.
Ajang tersebut digelar di Boulevard depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Sabtu (20/6) malam.
Sebanyak 20 finalis (10 pasang) tampil pada malam grand final tersebut.
“Setelah mengalami kevakuman sejak tahun 2019, akhirnya kita bisa kembali ada Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan,” kata Plt. Bupati Pekalongan Sukirman.
Pasangan Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan berhasil keluar sebagai Juara I Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2026.
Posisi Juara II diraih Rico Febri dan Naya, sedangkan Juara III ditempati Bientang Bagoes Oka dan Neysha Ayu Kusuma Ningtyas.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan atribut meliputi Persahabatan, Intelegensia, Berbakat, Influencer, dan Favorit.
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Sukirman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana Sukirman.
Menurut Sukirman, para pemenang nantinya tidak hanya menjadi representasi Kabupaten Pekalongan, tetapi juga dipersiapkan mengikuti ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Karena itu, penilaian tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik, melainkan juga wawasan, kemampuan komunikasi, hingga karakter para peserta.
“Mereka akan menjadi corong daerah dalam memperkenalkan berbagai potensi wisata Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Dia menilai sektor pariwisata memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Berkembangnya destinasi wisata diyakini dapat menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Mores Irson Kubela mengatakan, antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi.
Sebanyak 86 orang mendaftar mengikuti seleksi, sebelum akhirnya mengerucut menjadi 10 pasang finalis.
Para peserta melewati sejumlah tahapan, mulai seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga unjuk bakat.
Mereka juga menjalani masa karantina selama tiga hari di Larans Glamping Adventure sebagai bagian dari pembekalan menjelang grand final.
"Ini menjadi salah satu upaya melibatkan generasi muda dalam mendukung promosi pariwisata Kabupaten Pekalongan. Para duta wisata yang terpilih diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta mampu memperkenalkan potensi daerah di berbagai kesempatan," ujarnya. (nra)
Editor : Ida Nor Layla