Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Tembelanggunung Kabupaten Pekalongan Swadaya Cor Jalan Rusak

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 24 Juni 2026 | 19:03 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, saat bergotongroyong mengecor jalan rusak secara swadaya, Senin (22/6/2026).
GOTONG ROYONG: Warga Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, saat bergotongroyong mengecor jalan rusak secara swadaya, Senin (22/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kesabaran warga Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, tampaknya sudah mencapai batas.

Jalan rusak bertahun-tahun tanpa kepastian perbaikan. Warga akhirnya swadaya menambal kerusakan jalan.

Jalan yang ditambal warga dengan cor ini merupakan ruas kabupaten yang menghubungkan Tembelang Gunung–Ketingkrang hingga menuju Kecamatan Paninggaran. Warga menamai gerakan ini dengan "Gerakan Semen Rakyat". 

Warga begotongroyong mengecor sejumlah titik jalan berlubang dan rusak parah. Mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, orang tua hingga ibu-ibu terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka menyumbang tenaga, material, hingga dana secara sukarela.

Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung antardesa. Ruas itu menjadi jalur utama aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat di wilayah pegunungan selatan Kabupaten Pekalongan.

“Jalan ini urat nadi perekonomian warga. Karena belum ada perbaikan yang memadai, kami berinisiatif melakukan swadaya agar akses lebih aman dan nyaman,” ujar tokoh masyarakat setempat, Tutur Atmojo.

Kondisi jalan yang rusak disebut semakin menyulitkan saat musim hujan. Permukaan jalan yang berlubang dan licin kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintas.

Koordinator kegiatan Kasturah mengungkapkan, tidak sedikit anak sekolah yang terjatuh akibat kerusakan jalan tersebut.

Bahkan, kondisi itu juga berdampak pada warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.

“Kalau ada warga sakit dan harus dibawa berobat, perjalanan lambat. Kondisi jalan yang rusak bisa memperparah keadaan pasien,” katanya.

Kasturah menambahkan, seluruh biaya kegiatan berasal dari iuran warga dan dukungan sukarela kelompok perantau yang tergabung dalam Guyub Rukun Selawase Tembelang Gunung.

Ia menegaskan tidak ada bantuan dana maupun material dari pemerintah daerah.

Meski demikian, warga menyadari upaya yang dilakukan hanya bersifat sementara. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan tersebut.

“Kami memohon perhatian Plt Bupati Pekalongan agar jalan ini bisa diperbaiki secara tuntas. Yang kami lakukan sekarang hanya solusi darurat demi keselamatan warga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kasturah juga menyampaikan kritik kepada anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, khususnya dari daerah pemilihan V.

Menurutnya, wakil rakyat seharusnya hadir tidak hanya saat masa kampanye, tetapi juga ketika masyarakat sedang berjuang mengatasi persoalan di lingkungannya.

“Jangan hanya datang saat mencari suara. Ketika warga bergotong royong mengatasi masalah, kami berharap mereka juga hadir dan peduli. Padahal informasi kegiatan ini sudah kami sampaikan sebelumnya,” tegasnya. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#Swadaya tambal jalan #Gerakan Semen Rakyat #Tembelanggunung #Lebakbarang #kabupaten Pekalongan