Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

UMKM Center Kedungwuni Nyaris Mangkrak Kini Jadi Magnet Kuliner Jadul

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:11 WIB
RINDU JADUL: Suasana pasar kuliner jadul di UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
RINDU JADUL: Suasana pasar kuliner jadul di UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen -Tikar-tikar lesehan digelar. Di sekelilingnya, berjajar tampah berisi gethuk, apem, jenang, kluban, hingga aneka jajanan pasar lainnya. Para pedagang mengenakan kebaya, lurik, hingga caping. Membuat suasana seperti tempo dulu. 

Hiruk pikuk keramaian tersebut mulai terasa saat UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, disulap menjadi pasar kuliner jadul. Kawasan yang dahukul nyaris mangkrak kini justru mulai ada denyut kehidupan. 

Sulit membayangkan kawasan ini pernah lengang dan kosong melompong. Sejak diresmikan pada 2020 silam, UMKM Center Kedungwuni sempat tak sesuai harapan. Hanya bertahan sebentar, tempat ini langsung sepi karena kurang diminati.

Kini, setiap Jumat dan Minggu pagi, wajah tempat ini berubah total. Puluhan pelaku UMKM memenuhi area tersebut dengan konsep pasar kuliner jadul. Pengunjung datang silih berganti, berburu makanan tradisional sekaligus menikmati suasana yang mengingatkan pada pasar-pasar lama.

Baca Juga: Setelah Vakum Tujuh Tahun, Kabupaten Pekalongan Akhirnya Punya Duta Wisata Lagi

Tak hanya jajanan pasar, beragam kuliner khas Pekalongan juga tersedia. Mulai nasi megono, nasi otot, pindang tetel, hingga soto tauto juga ada. Semua disajikan sederhana dengan konsep lesehan yang justru menjadi daya tarik tersendiri.

"Iya, dulu sempat terbengkalai. Sekarang setiap Jumat dan Minggu dibuka untuk kuliner khas zaman dulu. Alhamdulillah sekarang ramai," kata Isti, penjual kue apem.

Keramaian juga datang dari aktivitas di sekitar kawasan. Lintasan balap motor yang berada di kompleks UMKM Center justru lebih sering dimanfaatkan masyarakat untuk jogging maupun jalan santai. Seusai berolahraga, banyak pengunjung kemudian beralih menikmati aneka kuliner yang dijajakan pedagang.

"Konsepnya memang dibuat seperti suasana tempo dulu. Bukan hanya makanannya, tapi juga cara penyajian, perlengkapan, sampai pakaian pedagang. Itu yang membuat pengunjung senang dan ingin datang lagi," tambah Isti.

RINDU JADUL: Suasana pasar kuliner jadul di UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
RINDU JADUL: Suasana pasar kuliner jadul di UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Di salah satu sudut, ada penjual kopi seduh yang dikerumuni bapak-bapak. Alunan musik dangdut lawas yang keluar dari sound salah satu lapak, membuat suasana seperti di pasar-pasar zaman dulu.

Istianah, salah satu pengunjung asal Kecamatan Sragi mengaku telat mengetahui UMKM Center kini kembali ramai. Begitu tahu dari rekannya, ia langsung mencoba mengunjungi.

"Menarik sih ini. Kadang-kadang memang saya kangen jajanan-jajanan jadul dan suasana pasar begini. Jadi serasa nostalgia," ungkapnya.  (nra/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Kuliner Jadul #kuliner pekalongan #kabupaten Pekalongan #kedungwuni #UMKM Center