METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Jalan ambles di ruas Pantianom-Kalijambe, perbatasan Kecamatan Sragi dan Bojong, hingga kini masih belum ditangani. Rusaknya jalan ini terus menjadi sorotan publik. Sebab merupakan akses jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Sragi dan Bojong.
Jalan tersebut tidak hanya menjadi akses utama mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam distribusi hasil pertanian serta mendukung aktivitas ekonomi warga di kedua wilayah. DPRD juga sudah turun ke lokasi dan mendesak Pemkab Pekalongan untuk memasukkan perbaikan ruas itu sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun ini.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPU-Taru Kabupaten Pekalongan Ahmad Al Faruq memastikan penanganan jalan ambles di ruas Pantianom–Kalijambe telah masuk dalam alokasi anggaran tahun 2026. Pemkab Pekalongan mengklaim sudah menyiapkan penanganan dengan anggaran Rp 2,9 miliar.
"Tahun ini sudah dianggarkan penanganannya. Nilainya sekitar Rp2,8 hingga Rp2,9 miliar," katanya, pertengahan Juni 2026 lalu.
Baca Juga: Semester I Tahun 2026, Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap 1.201 Kasus Narkoba
Menurut Faruq, penanganan yang dilakukan nantinya bukan sebatas pemeliharaan jalan, melainkan perbaikan dengan konstruksi yang lebih kuat sehingga diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap kerusakan yang terjadi. Pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan melalui mekanisme pengadaan atau lelang sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan akan dilaksanakan setelah seluruh dokumen siap," ujarnya.
Ia menambahkan, diperkirakan pengerjaan perbaikan jalan tersebut baru bisa action pada bulan Juli 2026 ini. "Iya, insyaallah bulan Juli," tandasnya. (nra/dit)
(nra)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto