Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

PT HAI Bakal Memperluas Pabrik, Warga Was-Was Potensi Dampak Lingkungan

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:50 WIB
KONSULTASI: Konsultasi publik penyusunan Amdal perluasan pabrik sepatu PT HAI di Aula Kecamatan Bojong, Kamis (2/7).
KONSULTASI: Konsultasi publik penyusunan Amdal perluasan pabrik sepatu PT HAI di Aula Kecamatan Bojong, Kamis (2/7).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Rencana PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) memperluas pabrik seluas 25 hektare di Kabupaten Pekalongan, menuai kekhawatiran warga.

Warga khawatir perluasan Pabrik produksi sepatu kenamaan berimbas ke dampak lingkungan yang nantinya merugikan warga. 

Wajar masih trauma pada saat pembangunan sebelumnya terjadi banjir bandang akibat jebolnya kolam penampungan pabrik tersebut. Dua orang tewas, banyak warga luka-luka, dan permukiman porak poranda.

Warga meminta konsultasi publik penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT HAI memastikan antisipasi dampak pembangunan. Tak hanya soal banjir. Tapi juga jalan rusak hingga krisis air.

Perwakilan warga Desa Wonorejo, Rofik, menegaskan pembenahan aliran sungai harus menjadi prioritas sebelum proyek perluasan berjalan.

Menurut dia, kapasitas sungai perlu ditingkatkan agar mampu menampung debit air saat musim hujan.

"Aliran sungai diperluas dulu sebelum ada pembangunan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Kuota Program Keluarga Harapan (PKH) Terbatas, Warga Mampu Penerima PKH Diminta Undur Diri

Keluhan juga datang dari warga Desa Wangandowo dan Sokosari.

Mereka menilai aktivitas pabrik selama ini ikut mempercepat kerusakan jalan desa.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku sumur mulai mengering sejak pabrik beroperasi.

Mereka meminta persoalan ketersediaan air turut menjadi perhatian dalam penyusunan Amdal.

Sementara itu, Danramil Bojong Kapten Arh Wiyoto mengingatkan dampak pembangunan tidak hanya dirasakan desa yang menjadi lokasi proyek, tetapi juga wilayah sekitar yang dilintasi saluran irigasi.

Menurut dia, persoalan banjir dan tanggul irigasi harus menjadi perhatian agar tidak kembali merugikan petani.

Baca Juga: Ida Murlija Lega, Uang Rp1,5 Miliar Miliknya Yang Terendam Rob Dapat Diselamatkan

Menurutnya, pada musim hujan debit air meningkat drastis hingga menyebabkan tanggul irigasi jebol.

"Bendungan Borok pernah jebol dan ditangani secara darurat oleh warga dengan swadaya. Ini perlu menjadi perhatian agar tidak terulang," ujarnya.

Ia juga menyoroti akses komunikasi dengan PT HAI. Menurutnya, selama ini banyak keluhan warga masuk ke Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan). 

"Sementara Forkopimcam sangat susah masuk ke pabrik, sehingga keluhan warga dan petani hanya masuk ke kami. Pihak pabrik jangan hanya berkomunikasi dengan wilayah yang ketempatan, tetapi juga wilayah yang terdampak, terutama daerah aliran irigasi," tegasnya.

Baca Juga: Jutaan Buruh Jateng Ditarget Dapat Kepastian Hukum, Lewat Raperda Perlindungan Pekerja Informal

Ketua Tim Penyusun Amdal PT HAI Rangga Raditya mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penyusunan dokumen Amdal.

Ia menyebut, aspirasi masyarakat tidak akan berhenti pada forum konsultasi publik. 

"Aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum ini. Semua isu lingkungan yang muncul akan menjadi acuan dalam penyusunan dokumen Amdal dan langkah penanganannya.  Tujuan dari ini memang untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dari pengembangan PT HAI," tandasnya. (nra/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Konsultasi Publik #Amdal #PT Hardases Abadi Indonesia #pabrik sepatu #kabupaten Pekalongan