METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebuah mobil yang terparkir di depan Masjid Al Muhtaram Kajen, Kabupaten Pekalongan, sontak menarik perhatian jamaah salat Jumat, (3/7/2026).
Pasalnya, mobil sedan Honda City hitam tersebut memuat stiker bertuliskan kalimat-kalimat kritik terhadap Sekda Kabupaten Pekalongan.
Sekda otomatis melihat karena ia juga salat Jumat di sana.
Mobil tersebut diketahui milik Mustofa, salah satu punggawa Koalisi Transparansi Pekalongan (KTP) yang belakangan tengah getol menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Sekda Kabupaten Pekalongan.
Berbagai tulisan yang ditempel di mobilnya juga tak jauh dari apa yang ia suarakan belakangan ini.
Antara lain "Mosi Tidak Percaya Sekda", "Integritas Sekda Dipertanyakan", "Sekda Tidak Kompeten", "Tangkap Koruptor Makelar Jabatan", hingga "Wes Wayahe Ganti Sekda".
Stiker-stiker tersebut ditempel di beberapa bagian mobil. Di kaca, kap mesin, hingga pintu.
Menariknya, mobil "Mosi Tidak Percaya" ini terparkir dekat mobil dinas Sekda.
Diwawancara usai keluar masjid, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menanggapi dengan santai.
Ia mengatakan, tak ambil pusing dengan pemandangan tersebut.
"Itu hak-hak mereka. Saya sekarang sedang fokus bekerja dengan baik memperbaiki tata kelola di semua aspek di sisa-sisa masa jabatan saya (menjelang evaluasi kinerja tahun ini). Ini kan momen perbaikan. Momen itu perlu kita jaga," responsnya.
Namun, dirinya tetap memaknai itu sebagai bagian dari kritik publik terhadapnya. Meski ia tak tahu maksud dan arah kritikan di mobil Mustofa tersebut.
"Tidak tahu saya. Bisa tanya mereka (apa maksud kritikan tersebut). Tapi saya memaknai ini sebagai bagian kritik terhadap saya. Kalau tidak dikritik kan tidak baik juga," ungkapnya.
Terpisah, Mustofa usai salat Jumat mengatakan, mosi tidak percaya yang pihaknya layangkan kepada Sekda berkaitan dengan tata kelola Pemkab Pekalongan.
Pihaknya menilai, Sekda harus bertanggungjawab atas carut marutnya tata kelola pemerintahan hingga penangkapan bupati non aktif Pekalongan oleh KPK.
"Banyak yang meyakini dia juga terlibat perkara korupsi yang menjerat Bupati," ucapnya.
Ia menambahkan, kalangan pengamat hingga aktivis meyakini Sekda menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan dalam berbagai hal.
Antara lain praktek jual beli jabatan, jual beli dalam penerimaan tenaga outsourcing dan BLUD, jual beli proyek pemerintah dan pengadaan barang-jasa.
"Juga jual beli kewenangan terkait berbagai diskresi oleh pejabat, serta terkait pemanfaatan aset Pemkab Pekalongan," ucapnya.
Sebelum ini, Mustofa bersama KTP juga menyuarakan Mosi Tidak Percaya kepada Sekda saat audiensi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan bulan Juni lalu.
Saat itu, KTP audiensi terkait pengelolaan pendopo lama yang merupakan aset Pemkab Pekalongan yang kini sebagian lahannya berubah menjadi pusat kuliner (foodcourt). (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto