METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Proyek peningkatan atau perbaikan ruas jalan Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, akhirnya mulai bergerak. Setelah lama tertunda, paket pekerjaan senilai Rp 5,8 miliar itu ditargetkan masuk proses lelang sekitar sepekan lagi.
Dengan begitu, pengerjaan fisik diharapkan bisa segera dimulai.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU-Taru Kabupaten Pekalongan Ahmad Al Faruq mengatakan, saat ini pihaknya masih menuntaskan sejumlah dokumen administrasi sebagai syarat pengadaan. Itu sebagai syarat lelang proyek.
"Insyaallah sekitar satu minggu lagi mulai kita lelangkan. Persiapannya cukup banyak karena dokumen dan kertas kerja dalam proses pengadaan harus disiapkan secara lengkap," katanya, awal pekan lalu.
Proyek tersebut akan menangani ruas sepanjang sekitar 1,8 kilometer.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Target Penuntasan Perbaikan Infrastruktur Jalan Rampung pada 2028
Jalan yang semula memiliki lebar sekitar empat meter akan diperlebar menjadi lima meter.
Penanganan dimulai dari pertigaan setelah jembatan menuju arah Warungasem.
Meski demikian, pekerjaan kali ini belum mencakup pembangunan drainase.
Keterbatasan anggaran membuat penanganan difokuskan pada peningkatan badan jalan dan pelebaran.
"Yang kita kerjakan adalah peningkatan badan jalan dan pelebaran. Existing sekitar empat meter kita lebarkan menjadi lima meter. Kalau sampai drainase, anggaran kita belum mencukupi," ujarnya.
Faruq mengakui, sejumlah proyek jalan di Kabupaten Pekalongan sempat mengalami keterlambatan akibat kelangkaan aspal.
Namun, kondisi pasokan kini sudah membaik sehingga pekerjaan mulai dipercepat di berbagai titik.
Baca Juga: Kebutuhan Anggaran Perbaikan Jalan di Kabupaten Pekalongan Rp 300 Miliar
Menurut dia, selain Watusalam, penanganan juga berlangsung di sejumlah ruas lain seperti Kaliwadas, Kedumuni, Pegaden–Rowokembu, Linggoasri, dan Tambakroto.
Hingga kini, sekitar 110 paket pengadaan langsung telah diluncurkan. DPUPR menargetkan seluruh paket pengadaan langsung rampung pada akhir Juli sebelum berfokus pada proyek-proyek yang melalui mekanisme lelang. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto