METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Literasi bukan sekadar membaca buku. Tapi tentang juga kemampuan memahami konteks dan bacaan dengan baik dimana pun.
Misalnya di chat WA, kadang sering terjadi miskomunikasi karena tingkat literasi yang masih rendah. Begitu juga saat membaca artikel berita di media sosial agar tidak mudah termakan hoaks.
Hal tersebut terungkap dalam acara Pekalongankab Book Party yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Kamis 9 Juli 2026.
Acara yang diawali dengan konsep Silent Reading ini berhasil menggaet antusiasme peserta dari berbagai kalangan pemuda, mulai dari berbagai forum Genre hingga Duta Wisata.
"Bagi generasi muda, terpenting adalah mengenai esensi literasi di era modern. Sebab, literasi di Indonesia masing sering salah pemahaman, hanya dianggap sebatas aktivitas membaca buku fisik,” kata Jauhara Zainun Farah, selaku inisiator Komunitas Magis Swada yang didapuk menjadi salah satu narasumber.
Karena itulah, para peserta tak hanya diajari membaca senyap selama 45 menit. Tapi membebaskan peserta mengutarakan isi pikiran tentang buku yang sudah dibaca.
Salah satu peserta, Faris membedah bab awal novel best seller karya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk.
Cerita Faris mengenai tokoh Srintil dan silsilah penari ronggeng yang kental akan tradisi leluhur langsung memantik diskusi seru diantara para pecinta buku yang hadir.
Menanggapi hal itu, Jauhara mengungkapkan, novel tersebut merupakan contoh nyata dari sastra realisme magis, sebuah genre sastra yang mengangkat mitologi atau hal-hal mistis. Namun dilebur ke dalam budaya atau kehidupan sehari-hari.
Jauhara mengaitkan fenomena ini dengan kekayaan cerita mistis di Pekalongan, seperti kesenian Sintren di Kajen hingga Legenda Dewi Lanjar, yang sebenarnya menyimpan pesan mendalam terhadap ketidakadilan di masa lalu.
Ia juga menjelaskan, mungkin suatu hari nanti akan ada cerita cerita yang mengusung tema seperti milik Ahmad Tohari yang bisa ditulis oleh anak muda yang memang punya kemampuan dan berkeinginan untuk menekuni literasi. (maulida.usna.aulia/ida)
Editor : Ida Nor Layla