METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan menggelar Pekalongankab Book Party untuk pertama kalinya, Kamis 9 Juli 2026.
Lewat kegiatan santai berbalut membaca bersama, diskusi, dan permainan seru, dua Duta Baca Kabupaten Pekalongan tahun 2026 berharap acara ini menjadi titik awal tumbuhnya budaya literasi dan berimajinasi positif di kalangan generasi muda Pekalongan.
Acara berlangsung di kantor Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sejak pukul 09.00 WIB, puluhan anak muda dari berbagai komunitas dan organisasi berdatangan mengikuti Pekalongankab Book Party, sebuah acara membaca buku bersama yang dikemas santai dan gratis untuk umum.
Ahmad Falah Muttaqin, salah satu Duta Baca Kabupaten Pekalongan tahun 2026 mengatakan, acara ini lahir dari keresahan karena kawasan Pekalongan selama ini belum memiliki kegiatan yang secara khusus mengangkat budaya membaca seperti Book Party.
"Karena itulah, kami ingin menciptakan kultur ataupun budaya mengenai membaca. Apalagi di Pekalongan, kita belum punya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan book party seperti ini. Itu yang membuat kita mengadakan acara ini. Harapannya bisa meningkatkan literasi pembaca di kawasan Pekalongan," katanya.
Menurut Falah, konsep acara sengaja dibuat tidak formal. Ia ingin Book Party menjadi ruang bertemu bagi berbagai komunitas dan organisasi pendidikan di Pekalongan untuk saling mendekatkan diri lewat cara yang menyenangkan, bukan lewat forum-forum kaku.
"Acara ini bertujuan menyatukan berbagai perspektif, berdiskusi bareng, dan seru-seruan. Bukan formal, tapi sekadar kita bertemu bareng, membaca buku bareng, seru-seruan bareng," ujarnya.
Falah menjelaskan, Book Party ini bagian dari program “Duta Baca Ngawal Bakat Pekalongan” dan menjadi edisi perdana yang digelar.
Ia berharap, ke depan akan ada musim atau season berikutnya yang bisa diikuti oleh lebih banyak komunitas, termasuk yang belum sempat bergabung pada penyelenggaraan kali ini.
"Harapannya, semoga nanti masih ada next season yang bisa diikuti oleh berbagai macam komunitas, dan yang belum ikut juga semoga bisa ikut. Semoga ini bisa menjadi program yang berkelanjutan," katanya.
Soal jumlah peserta, Falah mengaku panitia sengaja membatasi kuota, meski sebenarnya ingin menjangkau audiens sebanyak-banyaknya. Pembatasan itu dilakukan agar suasana acara tetap intim dan lebih seru.
"Kami ingin menghimpun sebanyak-banyaknya, tapi tetap ada batasan. Biar acaranya lebih intim dan lebih seru. Harapannya nanti ke depan akan ada acara seperti ini," ujarnya.
Ia menambahkan, bagi yang belum berkesempatan ikut Book Party, Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan akan menggelar kegiatan literasi yang lebih besar bertajuk Festival Literasi, dengan cakupan kegiatan yang lebih luas dan beragam.
"Nanti di Festival Literasi lebih banyak lagi kegiatannya, jadi buat teman-teman yang ada di rumah jangan malas," katanya.
Sementara itu, Zania Kurniasih, Duta Baca Kabupaten Pekalongan tahun 2026 lainnya, menekankan pentingnya membaca sebagai fondasi dari berbagai keterampilan lain dalam hidup.
Menurutnya, sebelum belajar menari atau menyanyi sekalipun, semua bermula dari membaca buku.
"Membaca itu hal paling penting di dalam kehidupan. Kita mau belajar menari, kita mau belajar menyanyi, itu pasti dari membaca buku terlebih dahulu. Karena buku adalah jendela dunia," ujarnya.
Zania mengingatkan, literasi tidak melulu soal membaca buku. Ada banyak aspek literasi lain yang perlu diperhatikan masyarakat, mulai dari literasi keuangan hingga literasi digital.
"Membaca bukan cuma membaca buku, ternyata masih ada banyak aspek yang terkait dengan literasi, seperti literasi keuangan, literasi digital, dan macam-macam literasi lainnya. Makanya kita harus aware dengan budaya literasi, khususnya di kawasan Pekalongan," katanya.
Ia berharap semangat mencintai literasi di Pekalongan terus tumbuh, sehingga kawasan ini semakin jaya lewat generasi muda yang gemar membaca. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor Layla