METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Di tengah menjamurnya kuliner kekinian bermodal besar, Bu Ghofiz justru memilih jalan sederhana. Meracik soto seharga kaki lima yang ia pelajari dari sebuah warung kecil di Sragen.
Delapan tahun berjalan, resep sederhana itu kini menjelma jadi buruan mahasiswa dan warga Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Bu Ghofiz, pemilik Soto Gobyos, tampak sibuk melayani antrean pembeli di warungnya di Jalan Pahlawan, Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jumat 10 Juli 2026.
Aroma kaldu soto dan sambal rawit merah yang khas langsung menyambut siapa pun yang datang, berpadu dengan celoteh mahasiswa yang mengantre di jam makan siang.
Siapa sangka, usaha yang kini ramai dikunjungi mahasiswa itu bermula dari perjalanan sederhana ke Sragen pada 2018.
Saat itu Bu Ghofiz mencicipi soto di sebuah warung kecil yang dijual seharga sekitar Rp 5.000 per porsi. Dari sepiring soto murah itulah ide usaha ini lahir.
"Awalnya saya jalan-jalan ke Sragen dan sempat makan soto di sana. Harganya murah dan saya berpikir konsep seperti ini cocok untuk anak muda, terutama mahasiswa. Saya belajar resep dari teman, lalu saya kreasikan sendiri hingga akhirnya lahirlah Soto Gobyos," ungkap Bu Ghofiz.
Bermodal resep hasil belajar dari teman, Bu Ghofiz lantas mengembangkan racikannya sendiri hingga menghasilkan cita rasa yang khas dan sulit ditiru.
Ia menyasar segmen anak muda dan mahasiswa yang identik dengan kantong pas-pasan, namun tetap ingin makan kenyang dengan rasa yang mantap.
Nama “Gobyos” sendiri bukan sekadar nama unik tanpa makna. Bu Ghofiz mengaku nama itu diambil dari sensasi pedas yang ditawarkan sambal rawit merahnya, yang membuat penikmatnya berkeringat deras atau dalam istilah Jawa disebut gobyos-gobyos.
"Kenapa namanya Gobyos? Karena setelah makan, pelanggan biasanya sampai gobyos atau bercucuran keringat akibat pedasnya sambal rawit merah yang menjadi ciri khas kami," tambahnya.
Selain rasa yang autentik dan pedas menggigit, Soto Gobyos juga punya daya tarik lain berupa harga yang bersahabat di kantong.
Lokasinya tak jauh dari kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, membuat warung ini hampir setiap hari ramai dikunjungi, terutama saat jam makan siang tiba.
Warung Soto Gobyos buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–16.00 WIB. Menariknya, setiap hari Jumat pelanggan akan mendapatkan es teh gratis, sebuah promo yang menjadi ciri khas sekaligus bentuk apresiasi Bu Ghofiz kepada para pelanggan setianya.
Dengan perpaduan harga yang bersahabat, cita rasa pedas yang khas, lokasi strategis dekat kampus, serta suasana sederhana yang nyaman.
Soto Gobyos layak disebut sebagai salah satu hidden gem kuliner di Kajen yang wajib dicoba, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat yang sedang berkunjung ke Kabupaten Pekalongan. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan