METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kirania, mahasiswi semester 4 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) membuktikan, bahwa bangku kuliah bisa berjalan beriringan dengan organisasi, kompetisi, dan bisnis.
Di sela kesibukan rutinnya di kampus, ia berhasil mengikuti seleksi dan terpilih sebagai Duta Batik Jawa Tengah 2025. Kirania memang tidak pernah berhenti hanya mengejar nilai di kelas.
Mahasiswi Program Studi KPI UIN Gusdur yang kini duduk di semester 4 ini justru memilih untuk aktif di berbagai organisasi, kepanitiaan, hingga kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Puncaknya, ia dinobatkan sebagai Duta Batik Jawa Tengah pada Grand Final Putri Batik Jawa Tengah 2025 yang digelar belum lama ini.
Tak hanya berorganisasi, Kirania juga merambah dunia usaha dengan mendirikan Queenia Batik dan Queenia Hijab.
Dua usaha yang ia rintis sendiri itu menjadi tempatnya belajar banyak hal, mulai dari membangun branding, mengelola operasional, hingga melayani pelanggan.
“Bagi saya, dunia usaha bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga menjadi wadah untuk terus belajar, berinovasi, dan menciptakan manfaat bagi orang lain,” kata perempuan yang kini menjabat sebagai Koordinator Departemen Kominfo di organisasinya itu, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, dunia perkuliahan bukan sekadar soal mengejar nilai akademik. Ia menilai kampus adalah ruang untuk membangun pengalaman, relasi, dan keterampilan yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam kelas. Dari situlah ia mulai memberanikan diri mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi.
Selain menjadi Koordinator Departemen Kominfo, Kirania pernah dipercaya sebagai ketua pelaksana workshop pada kegiatan Pekan Raya Nusantara, serta ketua pelaksana workshop bersama anak-anak SLB.
Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
“Mengikuti berbagai kegiatan bukan hanya tentang menambah portofolio, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, rasa tanggung jawab, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Gelar Duta Batik Jateng yang disandangnya turut memperkuat kecintaannya terhadap budaya Indonesia, sekaligus melatih kemampuan komunikasi, public speaking, dan membangun relasi dengan banyak orang.
Namun, di balik segudang aktivitas itu, Kirania mengaku tidak selalu mudah membagi waktu antara kuliah, organisasi, lomba, dan kehidupan pribadi. Ada kalanya jadwal-jadwal tersebut saling bertabrakan hingga membuatnya kelelahan.
“Saya mulai belajar membuat skala prioritas, menyusun jadwal harian, dan berani mengatakan tidak, pada beberapa hal ketika memang kapasitas saya sudah penuh. Saya juga belajar bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi,” jelasnya.
Perjalanan Kirania juga tidak selalu mulus. Ia mengaku pernah mengalami penolakan dan kegagalan dalam beberapa kesempatan, ketika hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan usaha yang telah diberikan.
“Saya selalu mengingat kembali alasan mengapa saya memulai semua ini. Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan keinginan untuk terus berkembang membuat saya memilih bangkit dan mencoba lagi. Saya percaya bahwa setiap kegagalan bukan akhir, tetapi bagian dari proses menuju hasil yang lebih baik,” katanya.
Untuk menjaga ritme aktivitasnya tetap teratur, Kirania membiasakan diri membuat perencanaan setiap minggu dan menentukan prioritas berdasarkan tenggat waktu, dengan memanfaatkan kalender atau to-do list.
Ia juga tetap menyempatkan waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga atau teman agar hidupnya tetap seimbang.
Dari seluruh pengalaman yang telah dijalani, baik di dunia organisasi, kegiatan sosial, kepemimpinan, pelestarian budaya sebagai Duta Batik Jawa Tengah, maupun dalam membangun bisnis melalui Queenia Batik dan Queenia Hijab, Kirania menyadari bahwa kesuksesan tidak bisa diraih sendirian.
“Kemampuan untuk bekerja sama, membangun komunikasi yang baik, serta memiliki kepedulian terhadap sesama adalah bekal yang sama pentingnya dengan prestasi akademik,” ujarnya.
Ke depan, Kirania berharap dapat terus bertumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi banyak orang. Ia ingin mengembangkan Queenia Batik dan Queenia Hijab agar tidak hanya menjadi sebuah bisnis, tetapi juga menjadi brand yang dapat memberdayakan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan perempuan yang ingin berkembang.
Di akhir perbincangan, Kirania berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba hal-hal baru selama masa kuliah.
“Jangan pernah takut untuk mencoba, karena kesempatan tidak akan datang dua kali jika kita terus menunggu sampai merasa siap. Tidak ada perjalanan yang selalu mulus, dan kegagalan bukanlah akhir dari segalanya,” pungkasnya. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor Layla