METROPEKALONGAN.COM, Karanganyar – Danau Al Kautsar di Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, jadi tempat wisata alternatif masyarakat. Kawasan wisata ini cukup diminati, terbukti ramai pengunjung, meski tidak musim liburan.
Kawasan wisata milik Haji Puji Efendi ini masih dalam proses pembangunan dan penyempurnaan, yang baru sekitar 20-30 persen dari target pembangunan.
Kawasan wisata ini sudah buka sejak hampir lima tahun lalu, dengan tiga kolam renang yang memiliki kedalaman berbeda, sekitar setengah meter untuk kolam anak-anak dan satu meter untuk kolam dewasa.
Karyawan setempat Rahim mengakui, jalan masuk masih berdebu. Selama ini jalan tersebut hanya disiram rutin siang-malam, terutama saat musim liburan sekolah.
Selain kolam renang, ada dua danau di kawasan ini yang diberi nama Danau Al Kautsar. Airnya mengalir alami dari sungai di pegunungan sekitar, tanpa irigasi buatan.
Danau tersebut juga dipakai untuk memancing, dengan berbagai jenis ikan seperti gabus, nila, wader, tombro, bawal, dan melem.
“Hasil pancingan boleh dibawa pulang. Tarif mancing Rp 10.000 per hari berlaku Rabu sampai Minggu, sementara Senin dan Selasa gratis," kata Rahim.
Yuda, karyawan lainnya menambahkan, kawasan ini pernah rusak parah diterjang banjir bandang pada Januari 2025. Tanggul di bagian atas jebol dan sebagian area danau ikut terbawa arus.
Untungnya, banjir datang malam hari usai Magrib, saat pengelolaan wisata tutup, sehingga tidak ada korban jiwa. "Tutupnya pukul 17.00 WIB," ujarnya.
Pengelola langsung mengerahkan sekitar 30 tukang dan lima alat berat untuk membersihkan dan memperbaiki tanggul, mulai awal puasa hingga selesai menjelang Lebaran, sebelum akhirnya dibuka lagi saat Syawalan. Untuk antisipasi ke depan, tanggul bakal diperkuat dengan tambahan besi.
Rahim menyebutkan, pengelola juga berencana menambah kolam khusus dewasa, wahana seluncuran, sampai danau tambahan di bagian bawah kawasan. Selain itu, ada juga taman bunga dan jembatan pink di area lain yang bisa dikunjungi.
Soal kebersihan, kata Rahim, pihaknya sudah menyediakan tempat sampah di beberapa titik. Hanya saja kesadaran pengunjung untuk buang sampah pada tempatnya masih beda-beda. "Ada yang rapi, ada yang enggak. Ada yang sadar, ada yang enggak," pungkasnya. (maulida.usna.aulia/ida)
Editor : Ida Nor Layla