METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan dipenuhi lautan almamater hijau, Selasa 15 Juli 2026.
Ribuan mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini resmi dilepas dalam upacara penerjunan yang mencakup tiga jalur sekaligus, yakni KKN Integrasi, KKN Reguler, dan KKN Kolaborasi.
Ketiga jalur tersebut diterjunkan ke sejumlah desa dampingan untuk menjalankan program pengabdian masyarakat selama masa penempatan.
Selain penguatan keilmuan sesuai program studi masing-masing, sejumlah kelompok KKN tahun 2026 ini turut membawa misi lingkungan melalui program KKN Ekomasjid, yang bersinergi dengan gerakan sedekah sampah di masjid-masjid mitra kampus.
Program ini didukung sistem digital berbasis aplikasi bernama Sadaqah Eco Masjid (SEM). Dengan sistem tersebut, akan lebih mudah mencatat, mengelola, dan mengonversi sampah bernilai ekonomi yang disedekahkan jemaah menjadi laporan pengelolaan yang transparan dan mudah diakses.
Dengan adanya SEM, mahasiswa KKN Ekomasjid diharapkan dapat mendampingi pengurus masjid dalam mengelola sedekah sampah secara lebih tertata, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang potensi ekonomi dari sampah yang selama ini kerap terabaikan.
Momen penerjunan ini disambut antusias oleh para mahasiswa. Salah satunya Alya Ramadhani, mahasiswa semester akhir yang akan ditempatkan dalam kelompok KKN Reguler.
“Seneng sih, tapi deg-degan juga. Soalnya nanti bener-bener tinggal dan belajar bareng masyarakat, gak cuma teori doang. Semoga apa yang udah kami siapin bisa kepake dan diterima baik sama warga di sana,” kata Alya seusai mengikuti prosesi pelepasan di Student Center.
Antusiasme serupa disampaikan Sarah, peserta KKN Kolaborasi yang tergabung dalam kelompok pendamping program KKN Ekomasjid.
“Kita mau kenalin sedekah sampah lewat aplikasi SEM ini ke warga sama pengurus masjid di lokasi KKN. Jadi sampah yang biasanya dianggap gak ada harganya, ternyata bisa dikelola dan malah bawa manfaat ekonomi buat masjid,” kata Sarah.
Pihak penyelenggara turut menekankan agar mahasiswa tidak menjadikan masa KKN sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan belajar yang perlu disyukuri.
“Kami ingin memberikan kesempatan yang baik untuk mahasiswa, jangan sampai program ini terasa menyulitkan. Semoga pengalaman selama KKN nanti benar-benar bisa dimaknai sebagai proses belajar yang berharga,” kata Syamsul Bakhri.
Dengan dilepasnya mahasiswa peserta KKN Integrasi, Reguler, dan Kolaborasi tahun 2026 ini, UIN Gus Dur Pekalongan berharap kontribusi nyata mahasiswa dapat dirasakan langsung oleh Masyarakat.
Termasuk melalui semangat baru pengelolaan sampah berbasis sedekah yang diusung program KKN Ekomasjid. (lailatus.syarifah/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan