METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Masalah Pengelolaan sampah di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan masih menjadi perhatian serius.
Guna menghadirkan solusi yang lebih berdampak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan resmi meluncurkan aplikasi inovatif bertajuk 'Sedekah Sampah'.
Peluncurannya berbarengan dengan penerjunan ribuan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang dilangsungkan di Gedung Student Center, UIN Gus Dur Pekalongan.
Syamsul Bahri, selaku kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PKM) menuturkan, inovasi tersebut merupakan hasil riset panjang yang telah dilakukan oleh LP2M sejak tahun 2025.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan evaluasi di lapangan, keberadaan bank sampah konvensional dinilai masih kurang efektif dalam menggerakkan keikutsertaan masyarakat.
"Dari hasil riset 2025, ternyata bank sampah itu kurang efektif, meskipun kita berhasil membentuk 27 bank sampah di wilayah Pekalongan. Hingga kini hanya 5 yang masih berjalan," kata Syamsul Bahri saat diwawancarai, Rabu 15 Juli 2026.
Sistem sedekah sampah dinilai jauh lebih efektif untuk menghidupkan partisipasi masyarakat. Sebagai langkah awal di tahun 2026 ini, aplikasi program tersebut sudah diuji coba (pilot project) di 7 desa lokasi KKN.
Dan kini terbentuk 26 titik sedekah sampah. Titik-titik ini tersebar di 24 masjid, salah satunya gereja di Jolotigo dan pura di Linggoasri.
Syamsul Bahri kembali memaparkan, menariknya aplikasi sedekah sampah ini tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan semata.
Aplikasi ini juga dirancang untuk mendigitalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di rumah ibadah, supaya masjid bisa menjadi episentrum peradaban.
Lebih dari itu, hasil dari sedekah sampah ini nantinya akan dialokasikan untuk membiayai perlindungan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) bagi para marbot, takmir, muazin, maupun guru agama di sekitar desa yang selama ini kurang diperhatikan.
"Selama ini para marbot, muazin, maupun guru ngaji itu tidak terlindung oleh jaminan sosial apapun. Maka dari sedekah sampah ini, nanti akan digunakan untuk memberi perlindungan jaminan ketenagakerjaan bagi mereka pejuang keagamaan," tegas Syamsul.
Selain untuk kemaslahatan pekerja bidang keagamaan, jaminan BPJS Ketenagakerjaan juga diberlakukan kepada ribuan mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan, sebagai antisipasi risiko kecelakaan selama masa KKN.
Secara menyeluruh, total ada 1.855 mahasiswa yang terdiri atas KKN Reguler dan Integrasi yang diterjunkan ke masyarakat untuk periode 2026.
Jumlah tersebut juga sudah termasuk 60 mahasiswa hasil kolaborasi dengan kampus luar daerah, yaitu UIN Bandung, UIN Purwokerto, dan UIN Surakarta.
Melalui aplikasi sedekah sampah ini diharapkan tidak sekadar menuntaskan persoalan sampah secara fisik, namun juga membawa dampak kesejahteraan sosial yang nyata bagi masyarakat luas. (maulida.usna.aulia/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan