METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, peserta magang, dan host live, Nurul Fadilah, 21, tetap menyempatkan diri mengabdikan waktunya untuk daerah.
Perempuan asal Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, itu kini mengemban amanah sebagai Mbak Duta Wisata Persahabatan Kabupaten Pekalongan 2026 Sejak Sabtu 20 Juni 2026.
Baginya, gelar bukanlah tujuan akhir, melainkan awal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) tersebut mengaku telah aktif berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah.
Berbagai pengalaman di organisasi, mulai dari Dewan Ambalan, Forum OSIS Kabupaten Pekalongan, hingga Forum Palang Merah Remaja Indonesia (Forpis) Kabupaten Pekalongan, menjadi bekal yang membentuk karakter, kemampuan komunikasi, serta jiwa kepemimpinannya.
"Sejak sekolah saya suka terlibat dalam berbagai kegiatan. Saya percaya Melalui pengalaman yang sudah saya jalani itu adalah yang terbaik buat saya, sehingga setiap kesempatan selalu saya manfaatkan untuk belajar dan memberikan manfaat bagi orang lain," ujar Dilah saat ditemui, Kamis 16 Juli 2026.
Memasuki dunia perkuliahan, semangatnya untuk berorganisasi tidak surut. Ia kembali aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.
Menurutnya, organisasi bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi ruang untuk belajar bekerja sama, memimpin, berkomunikasi, hingga melatih manajemen waktu.
Di sela aktivitas kuliah, magang, dan bekerja sebagai host live, Nurul mengaku harus pandai membagi waktu.
Baginya, setiap peran yang dijalani merupakan proses belajar yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi.
Keikutsertaannya dalam ajang Duta Wisata Persahabatan Kabupaten Pekalongan berangkat dari keinginan untuk berkontribusi mengenalkan potensi daerah.
Melalui proyek yang mengangkat tema UMKM, ia ingin membantu mempromosikan potensi wisata, budaya, serta pelaku usaha lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Menurut Nurul, prestasi yang diraihnya bukan semata-mata tentang mahkota atau gelar.
Lebih dari itu, proses selama mengikuti organisasi dan bertemu banyak orang menjadi pencapaian yang paling berharga dalam hidupnya.
"Saya tidak ingin dikenal hanya karena gelar yang saya raih. Saya ingin dikenal karena kontribusi yang bisa saya berikan untuk Kabupaten Pekalongan. Bagi saya, prestasi yang sesungguhnya adalah ketika ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang kita miliki dapat memberi manfaat bagi orang lain," tuturnya.
Nurul berharap semakin banyak generasi muda yang berani keluar dari zona nyaman dan ikut mengambil peran dalam membangun daerah.
Menurutnya, kemajuan Kabupaten Pekalongan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi anak-anak muda.
"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya berharap semakin banyak anak muda yang berani berkarya, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif bagi daerahnya," katanya.
Bagi Nurul Fadilah, gelar Mbak Duta Wisata Persahabatan Kabupaten Pekalongan 2026 bukanlah garis akhir sebuah pencapaian.
Justru dari amanah itulah ia ingin terus melangkah, memperkenalkan potensi daerah, mendukung perkembangan UMKM, dan menginspirasi generasi muda agar berani tumbuh serta menjadi bagian dari perubahan untuk Kabupaten Pekalongan. (moch.falahuddin/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan