METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tumpukan sampah dan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran irigasi di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, akhirnya dibersihkan.
Puluhan warga bersama sejumlah instansi bergotong royong menormalisasi Saluran Irigasi Sudikampir.
Normalisasi dilakukan dengan mengangkat sampah yang menyumbat saluran sekaligus mengeruk endapan lumpur menggunakan alat berat dari dinas terkait.
Kegiatan tersebut melibatkan IP3A Kalijogo, Komisi Irigasi Jawa Tengah, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal, pemerintah desa, kepolisian, serta masyarakat.
Baca Juga: 34 Desa di Kabupaten Pekalongan Siap Gelar Pilkades Serentak 2026, Ini Kata Plt Bupati Sukirman
Kepala Desa Kalipancur Muhroji mengatakan, sampah yang memenuhi saluran bukan hanya berasal dari desanya.
Material itu terbawa aliran air dari sejumlah wilayah di hulu hingga akhirnya menumpuk di Kalipancur dan menghambat distribusi air menuju lahan pertanian.
"Kemarin sudah kami lakukan pengangkatan sampah yang menyumbat saluran. Setelah itu dibuang ke TPA supaya aliran air kembali lancar,'' ujarnya.
Koordinator Kelompok Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Kupang–Pekalongan Balai PSDA Pemali Comal Heru Purnomo menyebut, kolaborasi lintas unsur itu menjadi langkah penting menjaga fungsi jaringan irigasi.
Apalagi, musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air.
''Harapannya debit air yang dialirkan ke area persawahan bisa tetap tercukupi,'' katanya.
Menurut Heru, kegiatan serupa tidak akan berhenti pada aksi gotong royong kali ini.
Balai PSDA bersama pemerintah desa, masyarakat, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya berencana menyusun agenda rutin normalisasi saluran agar distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga sepanjang musim kemarau. (nra/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan