KPU Kabupaten Pekalongan Ajak Masyarakat Peduli Data Pemilih

Magang • Dipublikasikan Jumat, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB
SOSIALISASI Podcast Berpalekat (Berbicara Pemilu Santai Lebih Dekat) bertema "Suara Rakyat Dimulai dari Data Pemilih", dengan narasumber Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Pekalongan, Sigit Prayitno pada Jumat 17 Juli 2026. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
SOSIALISASI Podcast Berpalekat (Berbicara Pemilu Santai Lebih Dekat) bertema "Suara Rakyat Dimulai dari Data Pemilih", dengan narasumber Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Pekalongan, Sigit Prayitno pada Jumat 17 Juli 2026. (MOCH. FALAHUDDIN/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap data pemilih. Kepedulian itu sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Podcast Berpalekat (Berbicara Pemilu Santai Lebih Dekat) bertema "Suara Rakyat Dimulai dari Data Pemilih", Jumat 17 Juli 2026, dengan narasumber Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Pekalongan, Sigit Prayitno.

Sigit mengatakan, meskipun tahapan pemilu belum dimulai, KPU tetap bekerja melakukan pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) setiap tiga bulan sekali.

Langkah tersebut bertujuan menjaga agar data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan bebas dari data ganda maupun data yang tidak lagi valid.

"Data pemilih itu ibarat jantung dan darah dalam tubuh manusia. Kalau datanya tidak akurat, maka seluruh proses penyelenggaraan pemilu juga akan terganggu. Karena itu, suara rakyat sesungguhnya dimulai dari data pemilih yang benar," ujarnya.

Selain melakukan pemutakhiran data, KPU Kabupaten Pekalongan juga aktif memberikan pendidikan pemilih melalui sosialisasi di berbagai sekolah, mulai dari SMP, MTs, SMA hingga SMK.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pemilih pemula, mengenai pentingnya memastikan diri telah terdaftar sebagai pemilih.

Menurut Sigit, penyusunan daftar pemilih melibatkan berbagai instansi, seperti Dukcapil, Kementerian Agama, TNI, Polri, hingga pemerintah pusat.

KPU juga memanfaatkan teknologi melalui sinkronisasi data kependudukan untuk mendeteksi data ganda, pemilih yang meninggal dunia, maupun perubahan status kependudukan.

Meski demikian, tingginya mobilitas penduduk masih menjadi tantangan dalam menjaga akurasi data.

Karena itu, masyarakat diminta aktif melaporkan apabila menemukan data yang tidak sesuai, seperti anggota keluarga yang telah meninggal, pindah domisili, atau belum masuk dalam daftar pemilih.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat penting agar data pemilih benar-benar berkualitas. Jika ada data yang belum sesuai, segera laporkan ke KPU atau cek secara mandiri melalui laman cekdptonline.kpu.go.id," jelasnya.

Sigit menegaskan, data pemilih yang akurat akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap demokrasi.

Sebaliknya, data yang bermasalah berpotensi memunculkan sengketa hingga pemungutan suara ulang.

Melalui Podcast Berpalekat, KPU Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kualitas data pemilih bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, melainkan tanggung jawab bersama.

Sebab, satu nama yang terdaftar dengan benar dalam daftar pemilih menjadi awal dari terwujudnya hak konstitusional setiap warga negara untuk menentukan masa depan bangsa melalui bilik suara. (moch.falahuddin/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
Peduli Data Pemilih KPU Kabupaten Pekalongan sosialisasi